Ziarah Wali Songo

ziarah walisongo pon pes nurul ihsan tahun 2017.

Aula Nurul Ihsan

Alhamdulillah berkat dukuan semua kalangan proses pembuatan Aula Nurul Ihsan telah Mencapai 90%.

Suasana Sarapan Pagi

Suasana sarapan pagi Rombongan ziaroh pondok pesantren Nurul .

Beladiri Cimande

Santri Putra mengikuti latihan bela diri Cimande.

17 Agustus

Para santri berangkat guna melaksanakan Upacara Hari kemerdekaan.

Tampilkan postingan dengan label hikmah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hikmah. Tampilkan semua postingan

Rabu, 13 Februari 2019

Ketika Keimanan Seseorang di Uji Melalui Kesabarannya Menghadapi Cobaan


cobaan dan ujian merupakan suatu hal yang tidak pernah terpisahkan dalam kehidupan manusia.Selagi nafas manusia belum sampai pada kerongkongan, selama itu pula manusia akan di uji oleh dzat yang maha mengatur segalanya, ALLOH SWT.

Cobaan serta ujian yang Alloh berikan,tidak hanya berupa hal-hal buruk atau musibah yang tidak di senangi seperti kematian,bencana dan lain sebagainya.ujian juga bisa berupa kebaikan atau keberuntungan.

Apabila ujian atau cobaan itu beruapa musibah tujuanya adalah untuk menguji sikap dan keimanan manusia,apakah ia sabar dengan cobaan itu,dan apabila cobaan itu berupa kebaikan atau kesenangan maka tujuannya adalah untuk menguji sikap mental manusia,apakah ia mau bersyukur atas segala nikmat dan rahmat yang dilimpahkan Alloh kepadanya atau justru sebaliknya yaitu mengingkarinya.

 Jika seseorang bersikap sabar dan tawakal dalam menerima ujian serta bersyukur kepada Alloh atas kebaikan dan kenikmatan yang Alloh limpahkan,maka dia termasuk orang-orang yang memperoleh kemenangan,memiiki keimanan yang kuat dan mendapat keridhoan Alloh swt.

Namun sebaliknya apabila keluh kesah dan keimanannya rusak dalam menerima cobaaan ,atau lupa daratan ketika menerima rahmat NYA, sehingga ia tidak bersyukur maka ia masuk pada golongan orang yang merugi dan jauh dari ridho Alloh swt.

kesabaran merupakan kemampuan seseorang untuk mengendalikan diri dari hawa nafsunya, kesabaran hanya dimiliki oleh orang-orang yang memiliki kemampuan dan kekuatan iman,karena orang yang lemah imannya tidak akan mampu bersabar.

Ada banyak riwayat dan nash Al-Qur'an yang berbicara tentang kesabaran dengan berbagai macam jenisnya , seperti bersabar dengan mengendalikan diri agar tidak menuruti hawa nafsu,bersabar ketika melaksanakan berbagai perintah Allah swt. dan ketika meninggalkan larangan-NYA,bersabar dalam menghadapi musibah dan bersabar terhadap ketentuan takdir yang telah Alloh tetapkan ,bahkan ada suatu pendapat yang mengatakan bahwa kesabaran adalah salah satu faktor penyebab kemenangan dan keberhasilan seseorang.

Diceritakan dalam sebuah hadist yang diriwayatkan dari Annas bin Malik Ra.

"Suatu hari rasululloh Saw berjalan melewati seorang wanita yang sedang menangis diatas sebuah kuburan yang merupakan kuburan anaknya yang masih kecil dan sangat di cintainya sehingga ia tidak bisa mengendalikan dirinya untukmenangis diatas kuburan anaknya.Tatkala rasululloh melihatnya,beliau menasihatnya agar selalu bertaqwa kepada Alloh dan bersabar.Sepontan wanita itu menjawab "menjauhlah dariku,sesunggnya kamu tidak di timpa musibah seperti diriku !" wanita itu tidak tahu bahwa yang menasehatinya adalah Rosululloh Saw .Kemudian ada orang yang memberitahukan bahwa yang menasehatinya adalah Rosullulloh akhirnya diapun menyesali perbuatannya dan segera menuju rumah Rosululloh ,dia tidak mendapati seorangpun yangbisa mencegahnya untuk masuk sehingga dia bisa masuk rumah rosululloh dengan mudah . diapun mengutarakan maksud kedatangannya bahwa dia datang untuk meminta maaf karna tidak mengetahui bahwa yang menasehatinya adalah rosullulloh SAW.kemudian rosululloh SAW bersabda ''kesabaran adalah pada saat di timpa musibah''.

(syaikh muhammad bin shaleh al utsaimin,kitab riyadussolihin juz 1,2008:105)



Minggu, 16 Desember 2018

Inilah Alasan Mengapa kebanyakan penghuni neraka adalah kaum wanita



Inilah Alasan  Mengapa kebanyakan penghuni

 neraka adalah kaum wanita




“Dari Imran bin Husain radhiallahu anhu dari Nabi sallallahu’alaihi wa sallam bersabda:

اطَّلَعْتُ فِي الْجَنَّةِ فَرَأَيْتُ أَكْثَرَ أَهْلِهَا الْفُقَرَاءَ وَاطَّلَعْتُ فِي النَّارِ فَرَأَيْتُ أَكْثَرَ أَهْلِهَا النِّسَاء (رواه البخاري 3241 ومسلم 2737)

 “Aku diperlihatkan di surga. Aku melihat kebanyakan penghuninya adalah kaum fakir. Lalu aku diperlihatkan neraka. Aku melihat kebanyakan penghuninya adalah para wanita.” (HR. Bukhari, 3241 dan Muslim, 2737)

Imam Qurthubi (rahimahu ‘Llah) menjelaskan maksud hadis di atas dengan pernyataannya :
“Penyebab sedikitnya kaum wanita yang masuk Syurga adalah hawa nafsu yang mendominasi pada diri mereka, kecondongan mereka kepada kesenangan-kesenangan dunia, dan berpaling dari akhirat kerana kurangnya akal mereka dan mudahnya mereka untuk tertipu dengan kesenangan-kesenangan dunia yang menyebabkan mereka lemah untuk beramal. Kemudian mereka juga sebab yang paling kuat untuk memalingkan kaum lelaki dari akhirat disebabkan adanya hawa nafsu dalam diri mereka, kebanyakan dari mereka memalingkan diri-diri mereka dan selain mereka dari akhirat, cepat tertipu jika diajak kepada penyelewengan terhadap agama dan sulit menerima jika diajak kepada akhirat.”
(Jahannam Ahwaluha wa Ahluha halaman 29-30 dan At Tazkirah halaman 369)
Jika kita perhatikan keterangan dan hadist di atas dengan insaf, niscaya kita akan dapati beberapa sebab yang menjerumuskan kaum wanita ke dalam Neraka bahkan menjadi mayoriti penghuniya dan yang menyebabkan mereka menjadi golongan minoriti dari penghuni Syurga diantaranya :
1. Kufur Terhadap Suami dan Kebaikan-Kebaikannya :
Rasulullah s.a.w menjelaskan hal ini pada sabda baginda di atas tadi. Kekufuran seumpama ini terlalu banyak kita dapati di tengah-tengah keluarga kaum muslimin, iaitu seorang isteri yang mengingkari kebaikan-kebaikan suaminya selama sekian waktu yang panjang hanya dengan sikap suami yang tidak sesuai dengan kehendak isteri sebagaimana kata pepatah,’panas setahun dihapus oleh hujan sehari’. Padahal yang harus dilakukan oleh seorang isteri ialah bersyukur terhadap apa yang diberikan suaminya, janganlah ia mengkufuri kebaikan-kebaikan suami kerana Allah s.w.t. tidak akan melihat isteri seumpama ini sebagaimana dijelaskan Rasulullah s.a.w :
“Allah tidak akan melihat kepada wanita yang tidak mensyukuri apa yang ada pada suaminya dan tidak merasa cukup dengannya.”
(Hadis Riwayat Nasaie)
Hadis di atas adalah peringatan keras bagi kaum wanita muslimah yang menginginkan keredhaan Allah s.w.t. dan SyurgaNya. Maka tidak layaklah bagi wanita yang mengharapkan akhirat untuk mengkufuri kebaikan-kebaikan suaminya dan nikmat-nikmat yang diberikannya atau meminta dan banyak mengadukan hal-hal kekurangan yang tidak sepatutnya untuk diperbesar-besarkan.
Jika sedemikian keadaannya, maka sangat tidak sesuai sekali jika wanita yang kufur terhadap suaminya serta kebaikan-kebaikannya dikatakan Rasulullah s.a.w sebagai majoriti kaum yang masuk ke dalam Neraka walaupun mereka tidak kekal didalamnya.
Cukup sekiranya isteri-isteri Rasulullah s.a.w dan para sohabiyah sebagai suri tauladan bagi isteri-isteri kaum muslimin dalam mensyukuri kebaikan-kebaikan yang diberikan suaminya kepadanya.
2. Durhaka Terhadap Suami
Kedurhakaan yang dilakukan seorang isteri terhadap suaminya pada umumnya berupa tiga bentuk kedurhakaan yang sering kita jumpai pada kehidupan masyarakat kaum Muslimin. Tiga bentuk kedurhakaan itu adalah :
1. Durhaka dengan ucapan.
2. Durhaka dengan perbuatan.
3. Durhaka dengan ucapan dan perbuatan.
Bentuk pertama ialah seorang isteri yang biasanya berucap dan bersikap baik kepada suaminya serta segera memenuhi panggilannya, tiba-tiba berubah sikap dengan berbicara kasar dan tidak segera memenuhi panggilan suaminya. Atau ia memenuhinya tetapi dengan wajah yang menunjukkan rasa tidak senang atau lambat mendatangi suaminya. Kederhakaan seperti ini sering dilakukan seorang isteri ketika ia lupa atau memang sengaja melupakan ancaman-ancaman Allah terhadap sikap ini.
Termasuk bentuk kederhakaan ini ialah apabila seorang isteri membicarakan perbuatan suami yang tidak ia sukai kepada teman-teman atau keluarganya tanpa sebab yang dibenarkan oleh syara’. Atau ia menuduh suaminya dengan tuduhan-tuduhan yang bermaksud untuk menjatuh dan merosak kehormatannya sehingga suaminya dipandang hina di mata orang lain. Begitu juga apabila seorang isteri meminta talak atau di khulu’ (dicerai) tanpa sebab syar’i. Atau ia mendakwa telah dianiaya atau dizalimi suaminya atau lain-lainnya.
Permintaan cerai biasanya di awali dengan pertengkaran antara suami dan isteri kerana ketidakpuasan isteri terhadap kebaikan dan usaha suami. Atau yang lebih menyedihkan lagi bila hal itu dilakukannya kerana suaminya berusaha mengamalkan syari’at-syari’at Allah s.w.t. dan sunnah-sunnah Rasulullah s.a.w. Sungguh hina sekali apa yang dilakukan isteri seperti ini terhadap suaminya.
Ingatlah sabda Rasulullah s.a.w :
“Wanita mana saja yang meminta cerai pada suaminya tanpa sebab (yang syar’ie) maka haram baginya mencium wangi Syurga.” (Hadis Riwayat Abu Daud dan At-Tirmizi )
Bentuk kederhakaan kedua yang dilakukan para isteri terjadi apabila seorang isteri tidak mahu melayani keperluan batiniyah suaminya atau bermuka masam ketika melayaninya atau menghindari suami ketika hendak disentuh dan dicium atau menutup pintu ketika suami hendak mendatanginya dan yang seumpamanya.
Termasuk dari bentuk ini ialah apabila seorang isteri keluar rumah tanpa izin suaminya walaupun hanya untuk mengunjungi kedua orang tuanya. Tindakan ini sebenarnya adalah seakan-akan seorang isteri lari dari rumah suaminya tanpa sebab syar’ie. Demikian pula jika isteri enggan untuk bersafar (melakukan perjalanan) bersama suaminya, mengkhianati suami dan hartanya, membuka dan menampakkan apa yang seharusnya ditutupi dari anggota tubuhnya (aurat), menerima tetamu tanpa izin suaminya, berjalan di tempat umum dan pasar-pasar tanpa mahram, bersenda gurau atau berbicara lemah-lembut penuh mesra kepada lelaki yang bukan mahramnya dan yang lain-lain.
Begiti juga apabila seorang isteri tidak mau berdandan atau mempercantikkan diri untuk suaminya padahal suaminya menginginkan hal-hal itu, melakukan puasa sunat tanpa izin suaminya, meninggalkan hak-hak Allah seperti solat atau puasa Ramadhan.
Maka setiap isteri yang melakukan perbuatan-perbuatan seperti tersebut adalah isteri yang durhaka terhadap suami dan telah melakukan maksiat kepada Allah s.w.t. Jika kedua bentuk kederhakaan ini dilakukan sekaligus oleh seorang isteri maka ia dikatakan sebagai isteri yang derhaka dengan ucapan dan perbuatannya.
Sungguh rugi wanita yang melakukan kederhakaan ini. Mereka lebih memilih jalan ke Neraka daripada jalan ke Syurga kerana memang biasanya wanita yang melakukan kederhakaan-kederhakaan ini tergoda oleh angan-angan dan kesenangan dunia yang menipu.
Jalan menuju Syurga tidaklah dihiasi dengan bunga-bunga yang indah, melainkan dipenuhi dengan rintangan-rintangan yang berat untuk dilalui oleh manusia kecuali orang-orang yang diberi ketegaran iman oleh Allah. Tetapi ingatlah di hujung jalan ini ada Syurga yang Allah sediakan untuk hamba-hambaNya yang sabar menempuhnya.
Ketahuilah pula bahawa jalan menuju ke Neraka memang indah, penuh dengan syahwat dan kesenangan dunia yang setiap manusia tertarik untuk menjalaninya. Tetapi ingat dan sedarlah bahawa Neraka menanti orang-orang yang menjalani jalan ini dan tidak mahu berpaling darinya semasa ia hidup di dunia.
Hanya wanita yang bijaksanalah yang mahu bertaubat kepada Allah s.w.t. dan meminta maaf kepada suaminya dari kederhakaan-kederhakaan yang pernah ia lakukan. Ia akan kembali berusaha mencintai suaminya dan sabar dalam mentaati perintahnya.
3. Tabarruj
Yang dimaksud dengan tabarruj ialah seorang wanita yang menampakkan perhiasannya dan keindahan tubuhnya serta apa-apa yang wajib ditutupnya dari pandangan lelaki bukan mahramnya.
Hal ini kita dapati pada sabda Rasulullah s.a.w tentang wanita-wanita yang berpakaian tapi hakikatnya telanjang disebabkan pakaian yang mereka pakai tipisnya, berseluar ketat menampakkan bahagian-bahagian tubuh tertentu, tidak menutup aurat sepertimana yang berlaku di dalam masyarakat kita. Sebagaimana yang dihuraikan oleh Ibnul ‘Abdil Barr rahimahu ‘Llah ketika menjelaskan sabda Rasulullah s.a.w tersebut. Ibnul ‘Abdil Barr menyatakan :
Wanita-wanita yang dimaksudkan Rasulullah s.a.w adalah yang memakai pakaian yang tipis yang menampakkan tubuhnya atapun yang menunjukkan bentuk tubuhnya dan tidak menutupinya, maka mereka adalah wanita-wanita yang berpakaian pada zahirnya dan telanjang pada hakikatnya … .”
Mereka adalah wanita-wanita yang suka dan amat gembira apabila berjaya menampakkan perhiasan mereka, padahal Allah s.w.t. telah melarang hal ini dalam firmanNya yang bermkasud :
“Dan janganlah mereka menampakkan perhiasan-perhiasan mereka.” (Surah An Nur ayat 310)
Imam Az-Zahabi rahimahu ‘Llah menyatakan di dalam kitab Al Kabair :
“Termasuk dari perbuatan-perbuatan yang menyebabkan mereka dilaknat ialah menampakkan hiasan emas dan permata yang dipakai oleh mereka, memakai minyak wangi dengan yang seumpanya jika mereka keluar rumah … .”

Dengan perbuatan seperti ini bererti mereka secara tidak langsung menyeret kaum lelaki ke dalam Neraka, kerana pada diri kaum wanita terdapat daya tarik syahwat yang sangat kuat yang dapat menggoncang keimanan yang kukuh sekalipun, apa lagi iman yang lemah yang tidak dikuatkan dengan ilmu Al Qur’an dan As Sunnah. Rasulullah sendiri menyatakan di dalam hadis yang sahih bahwa :

“ Fitnah yang paling besar yang paling ditakutkan atas kaum lelaki adalah fitnahnya wanita.”

Sahabat yang dirahmati Allah,
Sejarah sudah membuktikan bahawa betapa banyak tokoh-tokoh dunia yang tidak beriman kepada Allah s.w.t. hancur hanya disebabkan pujuk-rayu wanita. Bahkan berapa banyak persaudaraan di antara kaum muslimin terputus hanya disebabkan wanita. Berapa banyak anak yang menderhaka kepada ibunya demi mencari cinta seorang wanita, dan masih banyak lagi gejala-gejala lainnya yang dapat membuktikan bahawa wanita seumpama mereka ini memang layak untuk tidak mendapatkan wanginya Syurga.

Hanya dengan ucapan dan rayuan seorang wanita mampu menjerumuskan kaum lelaki ke dalam lembah dosa yang hina, terlebih lagi jika mereka bersolek dan menampakkan tubuh mereka kepada kaum lelaki. Tidak menghairankan lagi jika di sana-sini terjadi jenayah dan kezaliman terhadap kaum wanita, kerana yang demikian adalah hasil perbuatan mereka sendiri.

Hindarilah tabarruj dan berhiaslah dengan pakaian yang disaran oleh Islam yang akan menyelamatkan kaum wanita dari dosa di dunia ini dan azab di akhirat kelak. Jangan diikut pemikiran sekular pemimpin-pemimpin wanita Islam yang cuba mempertikaikan hukum-hukum Allah dan mempertikaikan hak-hak wanita yang telah dinyatakan di dalam al-Qur’an.

Allah s.w.t. berfirman yang bermaksud :
“Dan tinggallah kamu di rumah-rumah kamu dan janganlah kamu bertabarruj dengan tabarrujnya orang-orang jahiliyyah pertama dahulu.” (Surah Al Ahzab ayat 33)

Masih banyak sebab-sebab lainnya yang menyebabkan wanita menjadi penghuni majoriti Neraka. Tetapi cukuplah dengan tiga sebab ini sahaja yang dijelaskan di sini kerana memang tiga perkara inilah yang sering kita dapati di dalam kehidupan masyarakat kita.

Rasulullah s.a.w pernah menerangkan satu amalan yang dapat menyelamatkan kaum wanita dari azab Neraka. Ketika beginda selesai berkhutbah hari raya yang berisikan perintah untuk bertakwa kepada Allah s.w.t. dan anjuran untuk mentaatiNya. Baginda pun bangkit mendatangi kaum wanita, baginda menasihati mereka dan mengingatkan mereka tentang akhirat kemudian baginda bersabda :

“Bersedekahlah kamu semua. Kerana kebanyakan kamu adalah kayu api Jahanam!”
Maka berdirilah seorang wanita yang duduk di antara wanita-wanita lainnya yang berubah kehitaman kedua pipinya, iapun bertanya : “Mengapa demikian, wahai Rasulullah?”
Baginda menjawab : “Kerana kamu banyak mengeluh dan kamu kufur terhadap suami!” (Hadis Riwayat Al- Bukhari)

Adapun sebabnya, Nabi sallallahu’alaihi wa sallam ditanya tentang hal itu, lalu beliau menjelaskan dalam riwayat Abdullah bin Abbas radhiallahu’anhuma, dia berkata, Rasulullah sallallahu’alaihi wa sallam bersabda,

  َأُرِيتُ النَّارَ فَلَمْ أَرَ مَنْظَرًا كَالْيَوْمِ قَطُّ أَفْظَعَ وَرَأَيْتُ أَكْثَرَ أَهْلِهَا النِّسَاءَ ،  قَالُوا :  بِمَ يَا رَسُولَ اللَّهِ؟ قَالَ :  بِكُفْرِهِنَّ ،  قِيلَ : يَكْفُرْنَ بِاللَّهِ ، قَالَ :  يَكْفُرْنَ الْعَشِيرَ وَيَكْفُرْنَ الإِحْسَانَ لَوْ أَحْسَنْتَ إِلَى إِحْدَاهُنَّ الدَّهْرَ كُلَّهُ ثُمَّ رَأَتْ مِنْكَ شَيْئًا قَالَتْ مَا رَأَيْتُ مِنْكَ خَيْرًا قَطُّ  (رواه البخاري، رقم 1052

 “Saya diperlihatkan neraka. Saya tidak pernah melihat pemandangan seperti hari ini yang sangat mengerikan. Dan saya melihat kebanyakan penghuninya adalah para wanita. Mereka bertanya, ‘Kenapa wahai Rasulallah? Beliau bersabda, ‘Dikarenakan kekufurannya.' Lalu ada yang berkatak, 'Apakah kufur kepada Allah?' Beliau menjawab, ‘Kufur terhadap pasangannya, maksudnya adalah mengingkari kebaikannya. Jika anda berbuat baik kepada salah seorang wanita sepanjang tahun, kemudian dia melihat anda (sedikit ) kejelekan. Maka dia akan mengatakan, ‘Saya tidak melihat kebaikan sedikitpun dari anda.” (HR. Bukhari, no. 1052)


Dari Abu Said Al-Khudri radhiallahu anhu, dia berkata, Rasulullah sallallahu’alaihi wa sallam keluar waktu Ied Adha atau Ied Fitri dan melewati para wanita dan bersabda: “Wahai para wanita, keluarkanlah shadaqah karena saya diperlihatkan bahwa kebanyakan penghuni neraka adalah dari kalangan kalian. Mereka berkata, ‘Kenapa wahai Rasulullah? Beliau bersabda: “Kalian sering mengumpat, dan mengingkari pasangan. Saya tidak melihat (orang) yang kurang akal dan agama dari kalangan anda semua dibandingkan seorang laki-laki yang cerdas.' Mereka bertanya, ‘Apa kekurangan agama dan akal kami wahai Rasulullah?'  Beliau menjawab, ‘Bukankah persaksian (syahadah) seorang wanita itu separuh dari persaksian orang laki-laki.' Mereka menjawab: ‘Ya.' Beliau melanjutkan: ‘Itu adalah kekurangan akalnya. Bukankah kalau wanita itu haid tidak shalat dan tidak berpuasa.' Mereka menjawab, ‘Ya.' Beliau mengatakan, ‘Itu adalah kekurangan agamanya.” (HR. Bukhari, no. 304)



Dan dari Jabir bin Abdullah radhialalhu’anhuma berkata, Saya menyaksikan shalat Ied bersama Rasulullah sallallahu’alaihi wa sallam. Beliau memulai dengan shalat sebelum khutbah tanpa azan dan iqamah. Kemudian berdiri bersandar kepada Bilal, dan memerintahkan untuk bertakwa kepada Allah dan menganjurkan kepada ketaatan kepadaNya  dan menasehati manusia serta mengingatkannya. Kemudian beliau berjalan mendatangi para wanita, dan memberikan nasehat kepada mereka dan mengingatkannya. Beliau bersabda: ‘Besadaqahlah para wanita, karena kebanyakan dari kalian itu menjadi bara api neraka Jahanam.' Maka ada wanita bangsawan dan kedua pipinya berwarna (merah) berdiri bertanya, ‘Kenapa wahai Rasulullah?' Beliau menjawab, ‘Karena kamu semua seringkali mengadu dan mengkufuri suami.' Berkata (Jabir), ‘Maka para wanita memulai bersodaqah dan melemparkan gelang, giwang dan cincinnya ke pakaian Bilal." (HR. Muslim, no. 885)


Seyogyanya bagi para wanita mukmin yang mengetahui hadits ini berbuat seperti perbuatan mereka para wanita shahabat. Ketika mengetahui hal ini, mereka  langsung melakukan kebaikan, dimana hal itu dengan izin Alah sebagai sebab yang dapat menjauhkan mereka masuk ke dalam kelompok yang terbanyak (masuk neraka). Maka nasehat kami kepada para wanita muslimah, agar menjaga komitmen dengan syiar Islam dan kewajibannya. Terutama shalat serta menjauhi apa yang diharamkan oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala terutama syirik dengan segala macam bentuknya yang berbeda-beda yang tersebar ditengah-tengah para wanita seperti memohon keperluan kepada selain Allah dan mendatangi sihir, tukang ramal dan semisal itu.



4. Mengutamakan Kesenangan Dunia

Imam Qurthubi (rahimahu ‘Llah) menjelaskan :“Penyebab sedikitnya kaum wanita yang masuk Syurga adalah hawa nafsu yang mendominasi pada diri mereka, kecondongan mereka kepada kesenangan-kesenangan dunia”. Wanita yang hanya tertarik mengejar kesenangan dunia seperti uang, harta, jabatan, dll dan lupa akan kehidupan akherat nantinya akan mendapat balasan berupa hidup hina di neraka.

Kami berlindung dan memohon kepada Allah agar menjauhkan kami dan saudara-saudara kami dari api neraka dan segala sesuatu yang mendekatkan ke sana baik berupa ucapan maupun perbuatan.
Amiinnn.....




Jumat, 28 September 2018

Keistimewaan Dan Manfaat Sholat Subuh





Ada apa dengan sholat subuh ?

Mengapa Sholat subuh memiliki keistimewaan tersendiri jika dibandingkan dengan sholat lain ?

sebenarnya semua sholat itu memiliki keistimewaan,tapi yang akan kita bahas kali ini adalah mengenai sholat subuh,kenapa ko sholat subuh  di bilang istimewa ?
karena sholat subuh adalah sholat yang saksikan secara langsung oleh Allah swt.dan pada waktu subuh malaikat malam dan malaikat siang berkumpul menyaksikan orang orang shaleh yang sedang beribadah pada waktu itu.Selain itu waktu pelaksanaan sholat subuh juga memiliki keutamaan,kemuliaan,pahala,khasiat dan manfaat besar yang berpengaruh pada kesehatan jasmani dan rohani yang tidak ditemukan pada waktu waktu lain.

Sholat subuh juga bisa menjadi tolak ukur keimanan dan keikhlasan seseorang,sehingga akan nampak mana yang kuat dan mana yang lemah keimanannya dengan sholat subuh.karena diantara sholat wajib 5waktu yang paling berat di lakukan adalah sholat subuh padahal subuh sangat besar manfaatnya.

FAIDAH SHOLAT SUBUH

Banyak sekali manfaat yang kita peroleh dari sholat subuh  diantaranya dapat mencerahkan raut wajah,menguatkan hati, memberikan rasa gembira,menghilangkan rasa malas,menyegarkan tubuh,melancarkan sirkulasi peredaran darah sesudah tidur,menjaga kesehatan,menghilangkan kesedihan dan mengusir segala macam penyakit jasmani dan rohani.

sholat subuh akan lebih utama lagi dilaksanakan berjamaah dimasjid.perlu diingat ! berjalan kaki menuju masjid untuk melaksanakan sholat subuh berjamaah menyimpan pahala yang sangat besar,selain itu juga memiliki banyak manfaat bagi tubuh kita.
Rosulolloh SAW. menyebutkan dalam sabdanya :

"Maukah kalian saya tunjukan apa saja yang dapat menghapus dosa dosa dan dapat mengangkat derajat ? beliau menyebutkan salah satunya perbanyaklah langkah menuju masjid ".

manfaat berjalan menuju kemasjid bagi kesehatan sangat banyak seperti mengencangkan otot,melenturkan persendian,memperluas urat sendi,serta manfaat manfaat lain yang tak terhitung jumlahnya,selain itu udara yang kita hirup saat waktu tersebut  juga sangat baik dan itu telah teruji oleh pakar pakar kesehatan dari berbagai negara,
manfaat manfaat yang telah disebutkan tadi hanya sebagian kecil dari keistimewaan sholat subuh.
Hadis nabi SAW.

"Jika mereka mengetahui apa yang terdapat pada sholat malam dan subuh ,niscaca mereka akan mendatanginya meskipun dengan merangkak ".
Dalam hadis lain nabi menyebutkan bahwa "Dua rakaat subuh itu lebih baik dari dunia dan seisinya".

Demikian tadi sebagian kecil dari keistimewaan serta manfaat sholat subuh , semoga dapat bermanfaat dan menjadikan kita lebih bersemangat dalam melaksanakan sholat subuh.Amiiinnnn

Minggu, 12 Agustus 2018

MENGHAPUS DOSA DENGAN ISTIGHFAR

       

KEDAHSYATAN ISTIGHFAR MENGHAPUS DOSA




           Dosa merupakan hal yang tak pernah terlepas dari manusia. Mungkin ada sebagian orang yang ingin bertaubat tapi merasa bahwa dirinya memiliki dosa yang tak terhitung jumlahnya dan merasa tidak layak untuk mendapat ampunan dari Allah swt. atau mungkin berfikiran masih ada hari esok atau masa tua nanti untuk bertaubat, itu salah Allah itu maha pengampun sebesar apapun dosa manusia,bahkan sebanyak butiran pasir dipantai sekalipun selagi kita masih mau bertaubat dengan segenap keteguhan hati dan dengan taubatannasukha,bukan sesuatu yang tidak mungkin Alloh akn mengampuni dosa dosa manusia dan bisa jadi Alloh akan mengangkat derajat orang orang yang bersungguh sungguh dalam taubatnya.

 
        Salah satu cara memohon ampunan adalah dengan memperbanyak istighfar,istighfar sama kedudukanya dengan taubat, keduanya sama sama merupakan rasa penyesalan dari seorang hamba terhadap dosa yang telah dilakukannya.Namun juga antara dosa dan istighfar tetap memiliki perbedaan pengertian yaitu dari segi maknanya.Taubat memiliki pengertian umum sedangkan istighfar memiliki pengertian khusus yakni lebih menyangkut kalimat bacaan yang diserukan dalam pertaubatan.


Dalam Al-qur'an berkali kali Allah menyerukan kepada manusia agar mereka senantiasa bertaubat kepada Alloh dengan sering sering membaca kaliamat "istighfar" begitu juga dalam hadis hadis nabi,seruan seruan untuk bertaubat dan membaca istighfar juga banyak di kemukakan.
Dalam sebuah hadis nabi brsabda :


Artinya : "sesungguhnya setiap penyakit itu ada obatnya,dan obat dari dosa adalah istighfar".



      Sama halnya dengan obat yang memiliki kemampuan untuk menyembuhkan penyakit,yang walaupun khakikatnya yang menyembuhkan tetaplah Allah dan obat hanyalah sebagai wasilah atau perantara,istighfar pun memiliki kekuatan yang sama dalam menghapus dosa .



     Jika obat memiliki khasiat untuk mengobati penyakit,maka seperti itulah kemujaraban istighfar dalam melebur dosa dosa.

Melantunkan kalimat istighfar tidak hanya sebatas pada waktu sehabis sholat,namun kalimat ini juga bisa dibaca dalam situasi dan kondisi apasaja meskipun dilantunkan dalam hati,banyaknya istighfar yang diucapkan menunjukan keseriusan seseorang dalam meminta pengampunan kepada Alloh swt.

Jumat, 23 Maret 2018

Kisah Seorang Penjudi dan si anak yatim

penjudi dan anak yatim
Di kisahkan dari kitab Irsyadul ibad karya Syekh Zainuddin bin Andul Aziz al-malybari mengisahkan seorang laki-laki durjana di daerah Basrah yang semasa hidupnya gemar meminum-minuman keras, membuat kerusakan, dan membuat masyarakat sekeliling membenci dirinya, hingga ia mengalami nasib tragis di akhir hidupnya, ketika ia mati tak ada satu orang pun yang mau mengurus jenazahnya kecuali sang istri sang setia.

Sang istri sedih melihat nasib sang suami dan harus berjuang keras ketika pemakamanakan di lakukan.

Sang istri berinisiatif untuk mencari seseorang di daerah lain dan membayarnya untuk mengangkat jenazah sang suami kemushala. Tapi di malangkan, ketika jenazah sudah berada di mushala tak ada orang yang mau menyolatkan sang jenazah dan akhirnya sang istri memerintahkan rombongan pembawa jenazah untuk di gotong ke padang sahara untuk langsung di makamkan di sana.

Pemakaman tersebut di lakukan begitu dramatis, ketika jenazah malang tersebut tiba di padang sahara, rombongan pembawa jenazah pun meninggalkan tempat tersebut.dan hanyalah tinggal dia dan jenazah uaminya. Tiba-tiba datanglah seorang dari atas gunung, yang turun menghampiri istri jenazah tersebut. Gunung yang ia tempati adalah tempat yang ia gunakan untuk beribadah kepada Allah SWT.

Tujuan kedatangannya adalah untuk menyolati jenazah laki-laki fasik tersebut.
“aku datang untuk menyolatkan si mayit”. Ujar sang zuhud kepada si istri jenazah tersebut.

Kedatangan sang zuhud membuat heran masyarakat, ke aliman dan kesolehan sang zuhud cukup harum di mata masyarakat. Mau-maunya menyolati jasad laki-laki yang terkenal fasik,penjahat dan bergelimangan dengan dosa. Karena kabar yang telah tersiar sang zuhud menyolati jenazah fasik tersebut orang-orang pun berbondong-bondong mendatangi gurun tersebut untuk menyaksikannya.

Lantas sang istripun melontarkan pertanyaan kepada sang zuhud, “Mengapa engkau mau menyolatkan jenazah suamiku yang terkenal kefasikannya, padahal orang-orang tidak ada satupun yang mau menyolatinya?’’ ucap sang istri.

“Ketika aku tertidur aku bermimipi, di dalam mimipiku seolah-olah ada suara memerintahkanku untuk turun dari gunung dan melakukan shalat untuk salah satu jenazah yang tidak ada orang lain kecuali istrinya sendiri, dan sesungguhnya jenazah tersebut telah di ampuni.” Jawab sang zahid.

Akhirnya shalat jenazah pun di lakukan dan ketika proses pensolatan dan pemakaman jenazah tersebut telah selesai, sang zahid meghampiri istri si jenazah dan menanyakan perihal-perihal tentang perbuatan suami semasa hidupnya.

Zahid  : “perbuatan apa sajakah yang di lakukan suamimu semasa hidupnya?”
Istri jenazah  ; ‘’Dia sering pergi ke kedai dan minum-minuman keras.”
Zahid  : “Cobalah kau ingat-ingat kembali barangkali ada perbuatan yang baik yang di lakukan suamimu!”

Istri jenazah  : “Tidak ada perbuatan yang baik yang di lakukannya,kecuali setiap hari ia sadar di waktu subuh, mengganti pakaiannya, berwudhu, lalu menunaikan sembahyang subuh, selanjutnya jika matahari telah terbit ia kembali pergi ke kedai.”
Zahid  : “ Adakah yang lainnya wahai wanita?”

Istri jenazah  : (sambil mengingat-ingat kembali) “Yang lainnya adalah di rumah orang yang di kenal buruk itu tak pernah sepi dari satu atau dua anak yatim yang selalu mendapat perioritas ketimbang anaknya sendiri, dan ketika suamiku dalam keadaan sadar (tak mabuk) dia menggunakan waktunya untuk bermunajat kepada Allah SWT,yangseringaku dengar adalah ia mengakui segala kesalahannya. Dalam doanya ia mengatakan, “Tuhan, di sudut manakah engkau akan menempatkanku yang buruk ini di neraka jahanam?”

Setelah sang istri menjelaskan semua kepada sang zahid,sang zahid pun mendoakanya seraya mengucapkan perkataanya kembali jika jenazah tersebut sesungguhnya telah di ampuni oleh Allah lantas zahid pun pergi.

Sepenggal cerita di atas membuat cerminan untuk diri kita. Agar tidak memandang seseorang dari kefasikan pribadi lahiriyahnya saja. Kefasikan tersebut bisa di lebur dengan pertobatan kepada Allah SWt, danKefasikan itupun bias menjadi suatu kemuliaan nanti di akhir hidup dengan kebaikan yang di lakukan.

Jangan pernah mengoreksi kejelekan, memvonis seseorang karena belum tentu apa yang kita voniskan, kejelekan-kejelekan yang kita ucapkan kepada orang lain tidak ada pada diri kita.
Keselamatan hakiki seorang mutlak menjadi pererogerative Allah, karena itu dari pada memvonis orang lain dengan label hitam atau putih alangkah baiknya kita untuk mengintropeksi (mengoreksi) diri kita sendiri.

Mengutip sedikit tentang anak yatim dari sepenggal akhir cerita di atas, Syekh Zainuddin bin Abdul Aziz al-malybari menyampaiakan pesan bahwa kepedulian terhadap anak yatim adalah perbuatan yang utama.

Sikap yang mencerminkankepedulian terhadap orang yang lemah dan menjadi suatu keistimewaan melebihi ritual ibadah yang lainnya.

Seperti halnya sabda Rosululloh SAW :
“Orang yang berusaha membantu janda dan orang-orang miskin seperti orang yang berjihad di jalan Allah. Dan seperti orang yang menjalankan sholat malam.”









PENGHIANATAN SEORANG WANITA

wanita penghianat

Diceritakan ada seorang pemuda dari Bani isro’il yang mempunyai istri paling cantik pada zaman itu.
Ketika sang pemuda sedang merasakan manisnya cinta,namun ujian menimpanya Sang istri meninggal,ia terpukul atas kepeninggalan istrinya sampai ia rela menemani sang istri dikuburan dari terbit fajar hingga terbit fajar lagi.

Ketika sang pemuda masih mendampingi sang istri dikuburannya,tiba-tiba dating nabi Isa As yang melihat sang pemuda tersebut dalam keadaan menangis,sehingga nabi Isa bertanya kepadanya :
Nabi Isa   :”apa yang menyebabkan kamu menangis sampai seperti ini ?”
Kemudian pemuda itu menceritakan kejadian yang dialaminya.
Nabi Isa   :”apakah kamu bahagia, seandainya istrimu dihidupkan kembali?”
Pemuda    :”ya”

Nabi Isa pun membangkitkan (menghidupkan) ahlikubur,namun yang keluar ialah ahli kubur yang rupanya hitam dankeluar api dari lubang hidung dan kedua matanya.
Ahli kubur:”LAILAHAILLALLOH ‘ISA RUKHULLOH”
Pemuda    :”engkau salah membangkitkan ahlikubur,itu bukanlah istrilku sesungguhnya istriku berada dalam kuburan ini(menunjukan kuburan yang disampingnya)”

Kemudian nabi Isa As mengembalikan ahlikubur tersebut dan membangkitkan penghuni kubur yang ditunjukan oleh pemuda itu, dengan izin Alloh tiba-tiba kuburan itu terbelah dan keluar seorang wanita yang cantik yang mengibas-ibaskan rambutnya.

Pemuda     :”benar , inilah istriku wahai nabi Isa”
Nabi Isa      :”silahkan bawa istrimu”
Pemuda itu pun membawa istrinya pulang,setelah tiba waktu malam pemuda itu tertidur dan bermimpi.

Dalam mempinya ia sedang bersama istrinya
Pemuda     :”wahai istriku,sesungguhnya aku sangat terpukul atas kepergianmu sampai-sampai aku rela menemanimu dikuburan siang dan malamku”
Istri :“sungguh setianya dirimu,hingga kau melakukan itu semua,pasti kau merasakan keletihan.silahkan kau tidurdiatas pangkuanku”

Akhirnya sang pemuda itu pun tertidur diatas pangkuan istrinya, tiba-tiba dating Ibnu malik  yang merupakan pemuda tertampan pada masanya badan dan tingkah lakunya juga baik,sang istri pemuda itu pun hatinya terpikat oleh Ibnu malik hingga tak terasa ia menjatuhkan kepala sang suami dari pangkuanya.

Kemudian istri pemuda itu berdiri seraya berkata pada Ibnu malik” bawalahku padamu dan milikilah aku” lalu ibnu malik membawa wanita itu.
Pemuda itu terbangun dari tidurnya namun ia tidak melihat istrinya, akhirnya ia mencari istrinya dan ia di kagetkan melihat istrinya bersama laki-laki lain (ibnu malik)
Pemuda  : “Wahai ibnu malik,ini adalah istriku maka lepaskanlah dia!”
Sang Istri : “engkau berbohong! Sesungguhnya aku adalah kekasih ibnu malik.”
Ibnu malik : “Apakah kamu cemburu dan ingin memiliki kekasihku?”
Pemuda  : “Demi Allah. Sungguh aku tak berbohong ia istriku, Nabi Isa lah yang telah menghidupkan kembali dari kematianya.”

Ketika mereka sedang berdebat tiba-tiba nabi isa sudah ada di samping mereka.
Pemuda   : “Wahai Rukhulloh! Ini adalah istriku yang telah engkau hidupkan kembali.”
Nabi Isa    : “Ya.”
Sang Istri   : “Wahai Rukhulloh! Sesungguhnya dia berbohong, aku adalah kekasih ibnu malik.”
Nabi isa    : “kamu merupakan wanita yang telah aku hidupkan kembali dengan izin Allah SWT.”
Sang istri  : “Tidak! Demi Allah wahai rukhulloh.”
Nabi isa   : “kembalilah (mati) kau!”

Seketika itu juga istri pemuda itu terjatuh dan meninggal.
Nabi Isa   : “Apakah kamu ingin melihat seseorang yang mati dalam keadaan kafir dan aku hidupkan dalam keadaan iman, maka lihatlah padalaki-laki yang rupanya hitam yang kemarin aku telah hidupkan, dan apabila kamu ingin melihat seseorang yang mati dalam keadaan mu’min dan Allah menghidupkannya dalam keadaan kafir maka lihatlah pada wanita ini (istri sang pemuda).”

Setelah kejadian itu sang pemuda itu pun bersumpah bahwa ia tidak akan menikah lagi untuk selamanya.Kemudian ia pergi ketengah hutan semata-mata hanya untukkhusu’ menyembah Allah SWT sampai akhirnya dia meninggal.



Kamis, 30 November 2017

Sebutir Kurma Penghambat Doa

kurma penghambat doa
Disuatu hari Ibrahim bin adham setelah menunaikan ibadah haji,ia berniat berziarah ke masjidil aqsa,tetapi perbekalan yang ia bawa masih kurang untuk perjalanan.ia melihat seorang pedagang tua yang menjual kurma didekat masjidil haram  .ibrahim bin adham menghampirinya dan mengucapkan salam “Asalamualaikum”.

“Wa’alaikumsalam”.jawab pedangang tua itu.
Aku hendak membeli kurma yang engkau jual itu pak …?

Jawab pedangang tua itu. “Alhamdulillah…. Silahkan,mau beli berapa kilo gram tuan…?
1 kg saja pak,hanya untuk menambah bekal perjalanan menuju masjidil aqsa.jawab Ibrahim
Setelah kurma ditimbang dan dibungkus, Ibrahim melihat sebutir kurma tergeletak didekat timbangan.

Ia Menyangka bahwa kurma itu bagian dari yang ia beli, Ibrahim memungut dan memakannya. Setelah itu ia langsung berangkat menuju Al Aqsa.

4 bulan berlalu sampailah ibrahim di masjidil aqsa.seperti biasa, ia suka memilih sebuah tempat beribadah (shalat dan berdo’a) pada sebuah ruangan dibawah kubah Sakhrah atau yang biasa disebut Kubah Batu. Kubah sakhrah adalah sebuah bangunan persegi delapan berkubah emas yang terletak di tengah kompleks Masjid Al Aqsha. Kompleks ini sendiri berada dalam tembok Kota Lama Yerusalem (Yerusalem Timur). Tempat ini disucikan dalam agama Islam dan Yahudi. Kubah Shakhrah ini selesai didirikan tahun 691 Masehi, menjadikannya bangunan Islam tertua yang masih ada di dunia. Di dalam kubah ini terdapat batu Ash-Shakhrah yang menjadi tempat suci bagi umat Yahudi dan umat Islam.

Di saat ia sedang beribadah di ruangan tersebut, Tiba tiba ia mendengar percakapan 2 Malaikat tentang dirinya. “Itu, Ibrahim bin Adham, ahli ibadah yang zuhud dan wara yang doanya selalu dikabulkan ALLAH SWT,” kata malaikat yang satu.“

Tetapi sekarang tidak lagi. doanya ditolak karena 4 bulan yg lalu ia memakan sebutir kurma yang jatuh dari meja seorang pedagang tua di dekat mesjidil haram,” jawab malaikat yang satu lagi.
Ibrahim bin adham terkejut sekali, ia terhenyak, jadi selama 4 bulan ini ibadahnya, shalatnya, doanya dan mungkin amalan-amalan lainnya tidak diterima oleh ALLAH SWT gara-gara memakan sebutir kurma yang bukan haknya.“Astaghfirullahal adzhim” ibrahim beristighfar.
 Kemudian Ia langsung berkemas untuk berangkat lagi ke Mekkah menemui pedagang tua penjual kurma. Untuk meminta dihalalkan sebutir kurma yang telah ditelannya.
Begitu sampai di Mekkah ia langsung menuju tempat penjual kurma itu, tetapi ia tidak menemukan pedagang tua itu melainkan seorang anak muda.
“4 bulan yang lalu saya membeli kurma disini dari seorang pedagang tua. kemana ia sekarang ?” tanya ibrahim.

“Sudah meninggal sebulan yang lalu, saya sekarang meneruskan pekerjaannya berdagang kurma” jawab anak muda itu.

“Innalillahi wa innailaihi roji’un, kalau begitu kepada siapa saya meminta penghalalan ?”.kata ibrahim

Lantas ibrahim menceritakan peristiwa yg dialaminya, anak muda itu mendengarkan dengan sangat-sangat memperhatikan.

“Nah, begitulah” kata ibrahim setelah bercerita, “Engkau sebagai ahli waris orangtua itu, maukah engkau menghalalkan sebutir kurma milik ayahmu yang terlanjur ku makan tanpa izinnya?”.

“Bagi saya tidak masalah. Insya ALLAH saya halalkan. Tapi entah dengan saudara-saudara saya yang jumlahnya 11 orang. Saya tidak berani mengatas nama kan mereka karena mereka mempunyai hak waris sama dengan saya.”

“Dimana alamat saudara-saudaramu ? biar saya temui mereka satu persatu.”

Setelah menerima alamat, ibrahim bin adham pergi menemui. Biar berjauhan, akhirnya selesai juga. Semua setuju menghalakan sebutir kurma milik ayah mereka yang termakan oleh ibrahim.

4 bulan kemudian, Ibrahim bin adham sudah berada dibawah kubah Sakhrah. Tiba tiba ia mendengar dua malaikat yang dulu terdengar lagi bercakap cakap. “Itulah ibrahim bin adham yang doanya tertolak gara gara makan sebutir kurma milik orang lain.”

“Ooo, tidak.., sekarang doanya sudah makbul lagi, ia telah mendapat penghalalan dari ahli waris pemilik kurma itu. Diri dan jiwa Ibrahim kini telah bersih kembali dari kotoran sebutir kurma yang haram karena masih milik orang lain. Sekarang ia sudah bebas.”

Oleh sebab itu berhati-hatilah dgn makanan yg masuk ke tubuh kita, sudah halal-kah?
Lebih baik tinggalkan apabila ragu-ragu…

Rabu, 29 November 2017

Siapa Wanita Shalihah Itu?

wanita shalihah
Seperti apa sih wanita shalihah itu..?

Jika mendengar kata shalihah,yang terbayang di benak anda pasti seorang wanita yang berkerudung,menggunakan jubah panjang sampai ujung kaki,bahkan  ada yang menutup mukanya (bercadar) hingga yang terlihat hanyalah dua pasang mata.
Rasulallah SAW bersabda :
اَلدُّنْيَا مَتَاعٌ وَخَيْرُ مَتَاعِ الدُّنْيَا اَلْمَرْأَةُ الصَّالِحَةُ
“Dunia ini adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita shalihah”

Yang dimaksud wanita shalihah itu adalah
1. Wanita yang ta’at kepada allah
2. Wanita yang ta’at kepada ke-2 orang tuanya,menghormati dan menjunjung tinggi kedudukan                orang tuanya dan tidak pernah lupa pula mendo’akannya
3. Wanita yang ta’at kepada suaminya,menjaga harta dan martabat suamiya dan mendidik anak-                anaknya dengan kehidupan yang islami
4. Wanita yang pandai menjaga dirinya,bersikap sederhana,rendah hati dan ia tidak gemar                       bermewah-mewah dengan dunia

Itulah tadi sekelumit catatan mengenai karakteristik wanita shalihah.
Dari beberapa karasteristik tadi,kami akan menceritakan sebuah kisah yang menceritakan sebuah kisah yang menceritakan karasteristik wanita shalihah dengan bukti ta’at kepada suaminya.
Kisah ini terjadi pada zaman rasulallah,ketika rasulallah SAW masih ada,tersebutlah istri yang shalihah yang sangat setia dan taat kepada suaminya.

Suatu hari,karena sudah diwajibkan oleh agama,sang suami hendak memenuhi panggilan untuk berjihad.dia berpesan pada istrinya “istriku tersayang dan yang ku cintai,aku akan pergi untuk berjihad meninggikan kalimat-kalimat allah SWT,sebelum aku kembali pulang dari jihadku janganlah kamu pergi kemanapun dan jangan keluar dari rumah ini.setelah berpesan demikian pada sang istri,berangkatlah sang suami menuju medan jihad.

Beberapa hari berlalu,datanglah seseorang kepada wanita tersebut yang mengabarkan bahwa ibunya sedang sakit parah.orang yang diutus tersebut mengatakan pada wanita shalihah tersebut untuk segera menjenguk ibunya “ ibumu saat ini sedang sakit keras jenguklah dia sekarang”.dengan gelisah wanita tersebut menjawab “saya mohon ma’af sebesar-besarnya,bukannya tidak mau menjenguk,tapi saya dilarang keluar rumah sebelum suami saya pulang,tolong sampaikan permohonan ma’af dan salam saya pada ibu.sang utusan pulang kembali tanpa mengajak wanita tersebut.

Malam berlalu dan suami yang berjihad belum juga pulang.keesokan harinya datanglah kembali seorang utusan yang mengabarkan bahwa ibu wanita tersebut meninggal dunia.betapa sedih wanita tersebut,air matanya berlinang mendengar kabar ibu yang dicintainya telah pergi untuk selama-lamanya,bahkan disaat terakhirnya dia tidak berada disampingnya.

Sang utusan tersebut berkata “sekarang ibumu telah tiada,datanglah untuk memberikan penghormatan terakhir sebelum beliau akan dikebumikan hari ini”.namun istri yang shalihah ini sambil menagis tersedu-sedu menjawab “bukannya saya tidak mencintai ibu saya,tapi saya memegang amanah suami saya untuk tidak keluar rumah hingga dia pulang dan memberi saya izin “.

Dengan sangat berat utusan tersebut pulang,mungkin karena kesal dan heran dengan sikap wanita tersebut yang tidak mau dating walaupun ibunya sakit keras hingga meninggal dunia,dia adukan masalah tersebut pada rasulallah SAW.

Dengan nada kesal ia berkata kepada nabi SAW “Wahai rasulallah,wanita itu sangat keterlaluan.dari mulai ibunya sakit hingga meninggal dunia dia tidak mau datang untuk menemui ibunya.”
Rasulallah SAW bertanya “kenapa dia tidak mau datang?”.

“wanita itu mengatakan bahwa dia tidak mendapat izin untuk keluar rumah sebelum suaminya pulang berjihad”.jawab utusan yang mengadu ke rasulallah SAW tersebut.

Rasulallah SAW tersenyum,kemudoian beliau berkata “ dosa-dosa wanita tersebut diampuni allah SWT.karena dia mempunyai seorang putrid yang sangat taat terhadap suaminya”.

Hikamh dari kisah ini adalah agar setiap wanita selalu taat pada suaminya selama yang diperintahkan suaminya bukan untuk mengingkari ketentuan allah.karena bagi seorang istri hak suamilah yang paling pertama dan utama yang harus dipenuhi,sedangkan bagi seorang suami ibunyalah yang harus lebih diutamakan.kesetiaan seorang istri dan ketaatannya pada suami.pada kisah wanita diatas bisa kita jadikan sabagai salah satu contoh bagaimana seorang istri menjaga amanah dan patuh pada suami,sehingga orang tuanya pun mendapatkan berkah yang luar biasa.

Semoga para pembaca,khususnya seorang wanita bisa mengambil hikmah dalam kisah ini dan menjadi seorang calon atau istri yang baik dan diridhai allah SWT. Amin ya rabbal alamin…..

Minggu, 26 November 2017

Kisah Si Katak Kecil Pemberani

katak kecil pemberani

Pada suatu hari ada segerombol katak-katak kecil yang mengikuti lomba memanjat sebuah menara.

Penonton berkumpul bersama mengelilingi menara,tentunya untuk menyaksikan perlombaan dan memberi semangat kepada para peserta untuk mencapai puncak sebuah menara yang sangat tinggi.

Perlombaan dimulai….tetapi secara keseluruhan penonton tidak satupun yang benar-benar percaya bahwa katak-katak kecil akan bisa mencapai puncak menara.

Ada yang berteriak sangat keras mengatakan “HAAAAAI,……MENARANYA TERLALU SULIT…!!!..TIDAK AKAN PERNAH KALIAN DAPAT MENCAPAI PUNCAK…….

Ada yang menyorak-nyoraki dengan perkataan “MENARANYA TERLALU TINGGI…DAN TERLALU LICIN….!!!

Tidak lama kemudian satu persatu katak-katak kecil itu mulai berjatuhan.kecuali mereka yang tetap semangat menaiki menara perlahan-lahan,semakin tinggi…dan semakin tinggi.

Penonton terus bersorak-sorak “TERLALU SULIT…TERLALU SULIT…!!! KALIAN TIDAK AKAN BERHASIL SAMPAI PUNCAK MENARA ITU..!

Ada banyak katak kecil yang lelah,letih dan kemudian menyerah…tetapi ada satu katak kecil mungil yang terus semangat melanjutkan hingga semakin tinggi…tinggi dan sangat tinnggi…dia terus berusaha untuk tidak menyerah.

Disaat semua katak kecil rtelah menyerah untuk menaiki menara.kecualai satu katak kecil tadi yang terus berusaha sekuat mungkin menaiki menara yang tinggi sehingga menjagi satu-satunya yang berhasil mencapai puncak.

Semua katak kecil yang tidak berhasil bertanya-tanya kepada satu sama lainnya “ Bagaimana  katak kecil mungil ini bisa melakukannya ?”.seorang peserta dengan berani bertanya kepada katak kecil itu “ Bagaimana kau bisa menemukan kekuatan untuk mencapai menara itu?. Katak kecil menjawab “ketika aku menaiki menara tersebut aku tidak mendengarkan semua penonton yang mengucapkan “terlalu sulit dan terlalu sulit untuk mencapainya” sehingga aku dapat menjadi pemenang perlombaan ini.

Hikmah dari cerita di atas  bisa di simpulkan bahwa “Ketika kita ingin menggapai cita-cita yang tinggi.,selalu berfikirlah,bahwa kita bisa mencapainya meskipun banyak rintangan yang menghadang !...Dan berlaku tulilah jika ada orang berkata kepadamu bahwa kamu tidak bisa menggapai cita-citamu.

Sabtu, 25 November 2017

Realita Kematian

kematian
Kematian bisa di artikan sebagai kiamat kecil yang menimpa pada setiap manusia yang hidup di dunia.berbicara mengenai kematian,sudah siapkah kita menghadapi kematian yang akan dating kapan dan dimana saja ?
Allah swt berfirman :
قُلْ لَّوْ كُنْتُمْ فِى بُيُوْتِكُمْ لَبَرَزَالَّدِيْنَ كُتِبَ عَلَيْهِمُ الْقَتْلُ اِلىَ مَضَاجِعِهِمْ
“Katakanlah  (Muhammad) ! sekiranya kamu berada di rumahmu niscaya orang-orang yang telah ditaqdirkan / ditetapkanakan mati terbunuh itu keluar (juga) ke tempat mereka terbunuh”
(Q.S. Ali Imron : 154)

Berdasarkan firman Allah SWT ini.Ada sebuah cerita bahwa sesungguhnya Malaikat Maut pernah menampakan diri(dengan wujud seorang lelaki)di kediaman Nabi Sulaiman AS.ketika berada di kediaman Nabi Sulaiman AS,Malaikat maut itu terjutu pandangannya pada seorang pemuda yang berada didekat Nabi Sulaiman hingga membuat pemuda itu gemetaran (karena rasa takutnya).

Tatkala malaikat maut sudah pergi.pemuda itu berkata “Wahai Nabinya Allah,sesungguhnya aku menghendaki agar engkau memerintah kepada angin supaya membawaku ke negri cina”.maka Nabi Sulaiman AS memerintahkan kepada angin,lalu angin memebawa pemuda itu ke negri cina.

Ketika malaikat maut kembali kepada Nabi Sulaiman AS,maka sang nabi bertanya kepada malaikat maut perihal ia melihat seorang pemuda(yang ada didekatnya).malaikat pun menjawab : “Sesungguhnya aku diperintah oleh Allah untuk mencabutnya pada hari itu juga di negeri Cina.Lalu aku melihat pemuda tersebut berada di dekatmu,sehingga aku heran dengan kejadian tersebut.

Kemudian Nabi Sulaiman AS menceritakan kepada malaikat maut tentang keberadaan pemuda itu yang meminta kepada nabi sulaiman agar memerintahkan angin untuk membawanya ke negeri cina.maka malaikat maut berkata “Aku di perintah Oleh Allah untuk mencabut ruhnya hari ini dinegeri cina.akhirnya malaikat pun pergi ke negri cina untuk mencabut ruh pemuda tersebut.

Dari cerita diatas,dapat kita simpulkan bahwa kematian adalah suatu hal yang tak dapat dielakkan oelh siapapun.sekeras apapun usaha untuk menghindari datangnya kematian tersebut maka tak akan pernah berhasil kerena kematian tiu merupakan taqdir dari Allah SWT.

Adapun tentang rasa sakit yang dirasakan ketika sedang bertarung dengan maut,Rasullallah SAW menjelaskan dalam hadistnya bahwa sakit ketika hampir mati itu laksana kesakitan terkena sabetan 100 kali pedang yang tajam atau seperti terkoyaknya kulit  did aging ketika hidup.karena itu amatlah beruntung seseorang yang mati dalam keadaan khusnul khatimah (kebajikan).dikarenakan,paling tidak kesakitan bagi orang yang mati dalam keadaan khusnul khatimah akan berkurang.namun berbeda dengan mereka yang mati dalam keadaan su’ul khatimah.karena mereka akan mendapat siksa-NYA yang amat pedih.

Al imam Abu Hanifah telah berkata bahwa :
“Kebanyakan runtuhnya iman seorang hamba adalah waktu sakaratul maut”.Naudzubillah…

Marilah kita berdo’a semoga Allah senantiasa memelihara kita dari runtuhnya iman.amin yarabbal alamin....
By.Darul Karomah

Si Pencuri Jasad Nabi Muhammad SAW

pencuri jasad nabi
Peristiwa yang memilukan dan nyaris menampar umat islam terjadi pada tahun 1164 M atau 557 H,jasad Nabi Muhammad SAW pernah terusik dan nyaris dicuri oleh orang kafir laknatullohi alaihim.Akhirnya Allah SWT menyelamatkannya dari rencana jahat yang mengancam baginda Nabi tercinta.

Usaha-usaha mengambil jasad Nabi dari makamnya untuk dipindah ke tempat lain sudah berkali-kali dilakukan.Diantaranya adalah yang terjadi pada tahun 557 H (1163 M).dikisahkan dalam kitab Fusul Min Tarikhil Madinah dan sebagaimana juga telah dicatat oleh sejarawan Abu Hafidz.

Pada tahun itu Sultan Nuruddin Mahmud Zinki yang menguasai Mesir dan Syiria terkenal sebagai raja yang shaleh dan memperhatikan Islam.Pada suatu malam ketika ia tidur diistananya di Damaskus,ia bermimpi bertemu Nabi Muhammad SAW sedang menunjukan tangannya kearah 2 orang berwajah eropa.seraya berkata “Wahai Mahmud tolonglah aku dari 2 orang ini !”

Kemudian ia bangun dan tertegun kaget.lalu ia berwudhu dan sholat 2 raka’at dan tertidur lagi.Ketika sudah tertidur ia melihat seperti yang ia lihat sebelumnya.Kemudian ia terbangun lau mengambil air wudhu,sholat 2 raka’at dan tertidur lagi.dan untuk yang ke-3 kalinya ia bermimpi seperti yang ia lihat pada yang pertama dan kedua.

Tanpa menunggu pagi,saat itu juga ia memanggil mentrinya yang shaleh dan taat beragama bernama Jamaluddin Al-Musilli.setelah Sultan menceritakan hal yang telah ia alami tadi,maka al musilli dengan hati-hati berkata “ Ini pasti akan terjadi sesuatu yang negative di madinah sekarang juga kita harus kesana dan harus kita rahasiakan dahulu peristiwa yang sultan alami tadi.”

Malam itu juga Sultan segera mempersiapkan diri untuk melakukan perjalan dari damaskus ke Madinah,yang akan memakan waktu 16 hari,dengan mengendarai kuda bersama 20 pengawal serta banyak sekali harta yang diangkut oleh puluhan kuda.sesampainya di madinah,sultan langsung menuju Masjid Nabawi untuk melakukan shalat di Raudhah dan berziarah ke makam Nabi Saw.Disitu Sultan bertafakkur dan termenung dalam waktu yang cukup lama didepan makam Nabi SAW.Beliau bingung tidak tahu apa yang harus dikerjakan.

Berkatalah sang menteri kapada sultan “ Dapatkah tuan sultan memastikan 2 orang itu,kalau sekarang tuan sultan melihatnya ?”. “ya…pasti “.jawab sultan

Maka sang menteri langsung berdiri dan mengumumkan agar semua pendududk madinah dating ke masjid,karena sultan akan membagikan hadiah dan sedeekah. “Jangan sampai ada yang ketinggalan”,kata sang menteri.

Kemudian satu persatu penduduk Madinah datang dan dicatat didepan sultan sampai pada orang yang terakhir.sultan tidak melihat orang yang terlihat dalam mimpinya.lantas sultan bertanya “masih adakah yang lain ?”.

Penduduk madiah kemudian menjawab “Memang masih ada,yaitu 2 orang jama’ah haji dari maroko yang mukim disini.mereka shaleh dan kaya,mereka sering membagi-bagikan sedekah dan selalu sholat berjama’ah dimasjid nabawi.mereka merasa sudah cukup tidak perlu mengambil sedekah atau hadiah.

“Datangkan mereka kesini sekarang juga….!”perintah sultan

Terkejutlah sultan ketika melihat 2 orang itu perisis dengan yang ia lihat dalam mimpi.lalu ia bertanya “Dari mana  asal kalian berdua ? “kami berdua datang dari Maroko ,kami ber-2 beribadah haji dan ingin bermukim didekat makam Nabi selama satu tahun”.jawab mereka. “Apakah keterangan kalian dapat saya percayai…?”.Desak Sultan agar mereka mengakui ang sebenarnya.tetaplah mereka bersikeras pada keterangannya dan tidak mangakui apa yang mereka kerjakan sebenarnya.

Maka sultan datang kerumah yang mereka sewa ( rumah dekat makam nabi dari arah kiblat) dan sesampainya dirumah itu yang ditemukan adalah tumpukan harta,sejumlah buku dalam rak dan 2 buah mushaf al-qur’an.Lalu sultan berkeliling ke kamar sebelah,setelah itu allah memberikan ilham.Sultan Mahmud tiba-tiba berinisiatif membuka tikar yang menghampar dilantai kamar tersebut.Masya Allah Subahannallah ternyata ada lubang gua.

Semua yang melihat jadi terkejut dan sultan memerintahkan salah satu pengikutnya untuk masuk. Dan alangkah terkejutnya,ternyata lubang itu menuju arah bawah masjid nabi dan sudah menembus tembok Masjid,hampir sampai tembok Makam Nabi,seketika itu juga sultan segera menghampiri ke-2 lelaki berambut pirang tersebut dan menghantarkannya dengan sangat keras sampai ke-2nya jatuh tersungkur.

Setelah bukti ditemukan,mereka mengaku diutus oleh raja nasrani dieropa.misinya untuk mencuri jasad nabi SAW.Selain Itu, pengakuan mereka adalah :
1. Mereka adalah 2 orang kristiani dari spanyol,datang  ke madinah menyamar sebagai jama’ah haji dari maroko
2. Kedatangan mereka adalah melaksanakan tugas suci dari liga kisten internasional untuk mengambil jasad Nabi Muhammmad SAW,dan kemudian dibawa ke eropa.
3. Dengan menggali terowongan dan membuang tanahgalian ke bagi pada setiap malam.mereka optimis berhasil mengambil jasad Nabi SAW
4. Semua biaya ditanggung oleh liga tersebut.

Pada pagi harinya,setelah mengakui semua perbuatannya mereka dihukum pancung disebelah timur makam Nabi SAW dan disaksikan oleh semua penduduk madinah,karena peristiwa tersebutlah sultan memerintah memperkuat bangunan makam dengan menggali sekelilingnya 15 meter,kemudian dicor atau dibeton dengan timah,setelah pembangunan selesai Sultan Mahmud dan rombongan pulang ke Negri Syam untuk kembali memimpin kerajaannya.

Jumat, 07 Juli 2017

Belajar Tawakal Dari Perilaku Semut

belajar tawakal dari semut

semut yang kita kenal dengan salah satu hewan mempunyai perilaku hidup bergerombol  sosialis dan  senang bergotong royong ini, ternyata dapat memberikan suatu pelajaran yang amat berharga.seperti yang terjadi pada zaman nabi sulaiman,nabi yang terkenal dengan mu'jizatnya bisa berbicara dengan bangsa jin setan manusia dan para hewan.

suatu hari nabi sulaiman as bertemu dengan seekor semut lantas nabi bertanya 'wahai semut berapakah rizqimu dalam setahun?'. semut menjawab 'rizqi ku hanya sebiji gandum'.setelah mendengar jawaban tersebut entah kenapa nabi sulaiman membawa semut tersebut dan kemudian nabi memasukannya ke dalam botol yang berisi sebutir gandum serta menutup lobang botol tersebut bahkan serta membiarkanya sampai kurun waktu satu tahun.

setelah satu tahun berlalu nabi bergegas menuju botol tempat ia mengurung semut tersebut.namun ketika ia hendak membukanya nabi menemukan hal aneh seolah olah mengganjal di dalam fikiran nabi.nabi berfikir kenapa semut ini hanya memekan separuh dari sebutir gandum tersebut dalam satu tahun,padahal dalam satu tahun risqinya satu butir gandum..? dengan kejadian ini nabi langsung menanyakannya pada semut itu'mengapa kau hanya makan separuh dari gandummu..?semut menjawab"ya nabiyulloh saat itu aku yakin sekali rizqi ku pada Alloh swt,alloh tidak akan lupa akan bagian rizqiku bahkan bisa memberi lebih dari sebutir gandum itu.namen berbeda saat engkau memasukanku ke dalam botol lalu engkau memberiku sebutir gandum lalu kau menutup botol itu,aku mulai ragu akan engkau apakah engkau bisa ingat padaku.engkau manusia masih punya sifat lupa. maka dari itu aku sisakan separuh gandumku sebagai antisipasi untuk masa yang akan datang saat engkau lupa akan aku.

dari kisah di atas dapat kita sadari bahwasanya sebaik-baik sandaran hidup hanyalah Alloh Swt tidak ada yang lain yang bisa mendatangkan kesusahan serta kesenangan kecuali lloh swt.maka cara yang terbaik untuk kita agar kita selalu tetap pada ridhonya tak lain adalah dengan berprasangka baik dan bertawakal kepada Alloh swt.semoga bermanfaat
wallohu a'lam bisshowab

Rabu, 21 Juni 2017

Ketika Syekh Abdul Qodir Jaelani di rampok

kisah abdul qodir jaelani 

Kisah Syekh Abdul Qodir Jaelani Dan Perampok

Di ceritakan Pada suatu hari saat syeh Abdul qodir masih belia, beliau meminta izin kepada ibundanya untuk melakukan perjalanan ke kota bahgdad, Abdul qodir kecil sangat menginginkan berkunjung ke rumah orang-orang shaleh yang bermukim di kota bahdad, sekaligus menimba ilmu dari mereka.

Melihat antusias anaknya menimba ilmu, ibundanya pun merestuinya, lalu memberikan uang bekal perjalanan sebanyak empat puluh dinar. Supaya aman, ibundanya sengaja membuat saku dibawah ketiak untuk menyimpan uang tersebut. Seraya ber pesan supaya menjaga tingkah laku dan selalu berkata jujur dalam segala keadaan. Abdul qodir kecilpun sangat memperhatikan apa yang di katakana ibundanya, lalu beliau pun meningnggalkan rumah seraya mengucapkan salam perpisahan.

“Pergilah nak, ibu sudah menitipkan keselamatanmu pada alloh,supaya kamu senantiasa mendapat pemeliharaanya_Nya,” Ucap ibunda abdul qodir.

Anak yang pemberani itu pun pergi beserta rombongan kafilah unta yang hendak menuju ke kota bahdad. Tak disangka ketika abdul qodir dan rombongan melintas di suatu tempat yang bernama Hamdan, muncullah enam puluh orang berkuda dan mereka menghampiri rombongan lalu merampas seluruh harta rombongan tersebut.

Yang sangat menarik dari kejadian tersebut, tidak ada seorang pun yang menghampiri abdul qodir,sehingga pimpinan perampok menyuruh salah satu anak buahnya untuk bertanya kepadanya,perampuk itu lalu menayainya “ Hai orang miskin, Harta apa yang kamu bawa?”

“Aku membawa empat puluh dinar,” jawab Abdul Qadir polos.

“Di mana kamu meletakkannya?”

“Aku letakkan di saku yang terjahit rapat di bawah ketiakku.”

Mendengar jawaban seperti itu sang perampok pun tidak mempercayai ucapanya dan mengira abdul qodir hanya meledek saja, ia pun meninggakan bocah laki-laki tersebut.

Selang beberapa waktu, datang lagi salah satu dari anggota perampok dan memberikan pertanyaan yang sama. Abdul Qodir pun kembali menjawab apa adanya seperti jawaban pada perampok yang pertama, sekali lagi perkataan jujurnya tak mendapatkan respon yang berarti dari sang perampok dan si perampok pun ngeluyur pergi begitu saja. Lalu melaporkan jawaban abdul qodir pada pemimpin mereka.

Mendengar jawaban yang sama dari dua anak buahnya, pemimpin gerombolan perampok tersebut merasa heran atas apa yang di ceritakan mereka. Lalu ia pun berkata “Panggil Abdul Qadir ke sini!” Perintahnya.

“Apa yang kamu bawa?” Tanya kepala perampok itu.

“Empat puluh dinar.”

“Di mana empat puluh dinar itu sekarang?”

“Ada di saku yang terjahit rapat di bawah ketiakku.”

Lalu pemimpin perampok itu menyuruh anak buahnya supaya menggeledah saku yang ada di ketiak abdul qodir, dan mereka pun menemukan uang sebanyak empat puluh dinar. Melihat kejadian itu para perampok pun geleng-gelang kepala dan merasa sangat heran, seandainya saja saat itu abdul qodir berbohong, rombongan perampok itu tak akan mengetahui bahwa dia membawa uang sebanyak empat puluh dinar,karena saat itu mereka melihat  penampilan abdul qodir yang sangat sederhana layaknya orang miskin.
Lalu pemimpin perampok itu bertanya, “Apa yang mendorongmu berkata jujur pada kami?”

“Ibuku memerintahkan untuk selalu berkata jujur pada segala keadaan. Aku tak berani durhaka kepadanya,” jawab Abdul Qadir.

Mendengar jawaban anak kecil yang sangat polos tersebut, pemimpin perampok itu menangis, seperti sedang dihantam rasa penyesalan yang sangat mendalam. “Engkau tidak berani ingkar terhadap janji ibumu, sedangkan aku sudah bertahun-tahun mengingkari janji Tuhanku.”

Lalu Dedengkot perampok itu pun menyatakan tobat di hadapan Abdul Qadir, bocah kecil yang kelak namanya harum di mata dunia sebagai Sulthanul Auliya’ Syekh Abdul Qadir al-Jailani. Drama pertobatan ini lantas diikuti para anak buah si pemimpin perampok secara massal.

Kisah ini diceritakan dalam kitab Irsyadul ‘Ibad karya Syekh Zainuddin bin Abdul ‘Aziz al-Malibari, yang mengutip cerita dari al-Yafi’i, dari Abu Abdillah Muhammad bin Muqatil, dari Syekh abdul Qadir al-Jailani.


Jumat, 16 Juni 2017

Misteri lailatul qodar

malam lailatul qodar
Apa lailatul qodar itu ?

Lailatul qodar adalah malam terbaik dari seluruh malam-malam bulan ramadhan.di dalam al-qur’an telah di jelaskan bahwa ; malam lailatul qodar lebih baik dari seribu bulan ,pada malam tersebut juga di jelaskan,bahwa siapa yang berbuat kebaikan pada malam itu, maka allah akan memberikan kebaikan seperti kebaikan  80 tahun lamanya. Subhannallah.

Namun sayang,,,,,,   tidak banyak orang yang mengetahui terjadinya malam lailatul qodar itu kapan. Banyak orang bertanya-tanya tentang kapan terjadinya malam itu,perbedaan pendapatpun muncul di kalangan para ulama.

Di beberapa kitab di terangkan bahwa,malam lailatul qodar terjadi pada tanggal – tanggal ganjil, di 10 hari terakhir,ada juga pernah terjadi pada malam pertama bulan ramadhan.

Di salah satu kitab karangan Syeikh shihbuddin bin salamah al-qulyubi dalam kitab risalahnya nawdirul hikayah menjelaskan:

Artinya : dan allah merahasiakan lailatu qodar di dalam bulan Ramadan, supaya manusia bersungguh – sungguh dalam menghidupkan malam – malam bulan ramadan, dengan harapan manusia dapat menjumpai malam lailatu qodar itu

Karena jika allah menentukan malam lailatul qodar, maka manusia hanya akan mengutamakan malam yang di tentukan tesebut, dan akan meninggalkan malam lainya pada bulan ramadhan.

Jadi, bersungguh – sungguhlah di setiap malam bulan Ramadan dengan harapan nanti,saat kita beribadah dan berbuat kebaikan kita dapat menjumpai dan bertepatan dengan malam lailatu qodar yang lebih baik dari seribu bulan. Aamiiin……

Rabu, 07 Juni 2017

Meneladani Ummul Mukminin Saudah Binti Zam’ah

Meneladani Ummul Mukminin Saudah Binti Zam’ah

Mari mengenal Saudah binti  Zam’ah?

Para sahabat prihatin melihat kesendirian  rosululloh Sepeninggal sayidatun Khadijah dan mereka berharap supaya rosululloh mencari pendamping hidupnya.
Akan tetapi siapa yang memiliki keberanian untuk membicarakan hal tersebut kepada nabi saw?
Ia adalah putri hakim yang bernama khaulah, yang memberanikan diri atas izin rosululloh untuk mendatangi rumah Zam’ah.

Setelah Khaulah mengutarakan maksud dan tujuannya datang ke rumah Zam’ah ,kemudian zam’ah menemui  putrinya yang bernama sudah seraya berkata “kebaikan dan keberkahan apa yang dimasukan Alloh kepadamu’ wahai Saudah?” Saudah tidak mengerti apa yang dimaksud oleh ayahnya ‘lalu Saudah bertanya; “apakah itu wahai Khaulah?”
“Rosululloh mengutusku untuk meminangmu”jawab Khaulah,Saudah gemetar mendengar jawaban Khaulah dan berkata “kau berharap engkau berbicara dengan ayahku dan ceritakan hal itu kepadanya”

Setelah Khaulah menceritakan hal tersebut akhirnya Saudah dan Zam’ah menerima pinangan rosululloh saw yang diwakili oleh Khaulah,setelah terjadi kesepakatan khaulah dan Rosululloh melangsungkan pernikahan.

Lalu,Siapakah sebenarnya Saudah binti Zam’ah?
Saudah merupakan salah satu muhajir mukmin, yang bersama suami dan putra pamannya telah hijrah ke Habasyah untuk menyelamatkan agama yang mereka anut.suaminya wafat dalam keadaan muhajir dan sebelum tiba di Ummul Qura’ saudah hanya tinggal seorang diri,Saudah merupakan seorang janda yang hidup di perantauan.

Bagaimana kehidupan rumah tangganya dengan rosululloh?

Rosululloh saw terkesan dengan wanita mukmin muhajir dan ternyata wanita janda muhajir itu menerima pinangan untuk dinikahi oleh rosululloh saw.

Rosululloh pun sangat iba melihat saudah yang waktu itu hidup sebatang kara,memiliki beban hidup yang sangat sulit akibat tidak adanya penopang hidup,suami yang sangat ia cintai dan biasa menafkahinya telah meninggal dunia,akhirnya dengan kasih dan penyayang rosululloh pun mengulurkan tangannya untuk membantu meringankan kerasnya hidup yang dialami saudah.

Ummul mukminin Saudah sosok ibu rumah tangga bagi rosululloh saw yang baik,  beliau sangat memperhatikah urusan-urusan yang berhubungan dengan perjuangan yang sedang dilakukan oleh nabi saw, tetapi Saudah tidak lupa dengan kewajibannya sebagai seorang ibu untuk melayani,mengurusi dan merawat putri-putri nabi saw.

Saudah tinggal bersama nabi saw sampai akhirnya datang putri sayidina Abu Bakar ra a’isyah ke rumah kenabian.saudah merupakan wanita yang lembut hatinya ,beliau memberikan hari-harinya pada A’isyah .memberikan kesempatan dan tempat pertama baginya didalam rumah,Saudah sangat mengerti kedudukan A’isyah di hati rosululloh saw.

Setelah menginjak masa tua putri Zam’ah dari bany ady bin najar mengutarakan niatnya walaupun hari-harinya diberikan kepada A’isyah dan merasa bahwa tidak ada keinginan seperti halnya yang dirasakan seorang istri pada suaminyatetapi ummul mukminin Saudah tetap ingin menjadi istri rosululloh di dunia dan di akhirat, dan tidak diharamkan dari kemuliaan besar ini.
ummul  mukminin Saudah adalah wanita yang hidup dan bekerja keras dalam mengurusi rumah tangga bersama nabi saw.sementara hatinya hanya diliputi rasa penuh keridhoan dan iman yang kuat bahkan hingga rosululloh saw kembali ke rahmatulloh.
Beliau wafat pada masa khalifah Umar bin Khatab 

KEUTAMAAN UMMUL MUKMININ SAUDAH BIM ZAM’AH SEMASA HIDUPNYA

Putri sayidina Abubakar ra sangat terkesan dengan sikap mulia yang dimiliki Saudah dengan dimadunya, seperti yang diriwayatkan dalam kitab As-isti’aab siti A’isyah berkata “tidak seorangpun yang lebih aku sukai dalam diri Saudah, hanya saja dia agak keras wataknya”[As-isti’aab 4/1867]
Bahkan ketika ummul mukminin saudah wafat Ibnu Abbas bersujud, karena rosululloh saw pernah berpesan pada Ibnu Abbas”apabila kamu melihat suatu tanda maka sujudlah”dan tanda mana yang lebih besar dari pada wafatnya istri-istri nabi saw.

Saudah binti Zam’ah telah meriwayatkan 5 hadist dari nabi saw diantaranya hadist yang diriwayatkan oleh shohihain [Imam Bukhori dan Muslim],dalam suatu riwayat Imam Bukhori meriwayatkan 2 hadist yang diriwayatkan oleh saudah.
Ummul mukminin Saudah merupakan wanita yang berbudi pekerti yang luhur dan sangat gemar bersedekah .

Dalam riwayat A’isyah berkata “bahwa sebagian istri-istri  nabi berkata;wahai rosululloh,siapakah diantara kami yang cepat menusulmu?” rosululloh menjawab” yang terpanjang tangannya” kemudian mereka mengambil tongkat untuk mengukur tangan mereka.
Ternyata Saudah yang wafat menusul nabi saw lebih dahulu, sekarang kami mengerti apa yang disabdakan oleh nabi saw bahwa yang dimaksud dengan tangan panjang adalah GEMAR BERSEDEKAH.
Dalam hadist yang diriwayatkan oleh syaikhan dan Nasai dikatakan “Saudah ra memang gemar bersedekah dan beliau yang paling cepat menusulnya diantara kami”
Demikianlah kisah ummul mukminin Saudah yang dapat kita ambil hikmahnya dan jadikan teladan,sebagai istri nabi saw saudah ikhlas untuk dimadu bahkan menyambut kehadiran A’isyah denga hati yang ridho.khususnya bagi  kaum wanita. Karena surga seorang istri berada pada kepatuhannya pada suaminya.
Semoga kita semua menjadi penghuni surga karena menjadi keluarga yang dirahmati dan dibarokahi oleh Alloh dunia akhirat.AMIN YA ROBBAL ‘ALAMIN.