Rabu, 13 Februari 2019

Ketika Keimanan Seseorang di Uji Melalui Kesabarannya Menghadapi Cobaan


cobaan dan ujian merupakan suatu hal yang tidak pernah terpisahkan dalam kehidupan manusia.Selagi nafas manusia belum sampai pada kerongkongan, selama itu pula manusia akan di uji oleh dzat yang maha mengatur segalanya, ALLOH SWT.

Cobaan serta ujian yang Alloh berikan,tidak hanya berupa hal-hal buruk atau musibah yang tidak di senangi seperti kematian,bencana dan lain sebagainya.ujian juga bisa berupa kebaikan atau keberuntungan.

Apabila ujian atau cobaan itu beruapa musibah tujuanya adalah untuk menguji sikap dan keimanan manusia,apakah ia sabar dengan cobaan itu,dan apabila cobaan itu berupa kebaikan atau kesenangan maka tujuannya adalah untuk menguji sikap mental manusia,apakah ia mau bersyukur atas segala nikmat dan rahmat yang dilimpahkan Alloh kepadanya atau justru sebaliknya yaitu mengingkarinya.

 Jika seseorang bersikap sabar dan tawakal dalam menerima ujian serta bersyukur kepada Alloh atas kebaikan dan kenikmatan yang Alloh limpahkan,maka dia termasuk orang-orang yang memperoleh kemenangan,memiiki keimanan yang kuat dan mendapat keridhoan Alloh swt.

Namun sebaliknya apabila keluh kesah dan keimanannya rusak dalam menerima cobaaan ,atau lupa daratan ketika menerima rahmat NYA, sehingga ia tidak bersyukur maka ia masuk pada golongan orang yang merugi dan jauh dari ridho Alloh swt.

kesabaran merupakan kemampuan seseorang untuk mengendalikan diri dari hawa nafsunya, kesabaran hanya dimiliki oleh orang-orang yang memiliki kemampuan dan kekuatan iman,karena orang yang lemah imannya tidak akan mampu bersabar.

Ada banyak riwayat dan nash Al-Qur'an yang berbicara tentang kesabaran dengan berbagai macam jenisnya , seperti bersabar dengan mengendalikan diri agar tidak menuruti hawa nafsu,bersabar ketika melaksanakan berbagai perintah Allah swt. dan ketika meninggalkan larangan-NYA,bersabar dalam menghadapi musibah dan bersabar terhadap ketentuan takdir yang telah Alloh tetapkan ,bahkan ada suatu pendapat yang mengatakan bahwa kesabaran adalah salah satu faktor penyebab kemenangan dan keberhasilan seseorang.

Diceritakan dalam sebuah hadist yang diriwayatkan dari Annas bin Malik Ra.

"Suatu hari rasululloh Saw berjalan melewati seorang wanita yang sedang menangis diatas sebuah kuburan yang merupakan kuburan anaknya yang masih kecil dan sangat di cintainya sehingga ia tidak bisa mengendalikan dirinya untukmenangis diatas kuburan anaknya.Tatkala rasululloh melihatnya,beliau menasihatnya agar selalu bertaqwa kepada Alloh dan bersabar.Sepontan wanita itu menjawab "menjauhlah dariku,sesunggnya kamu tidak di timpa musibah seperti diriku !" wanita itu tidak tahu bahwa yang menasehatinya adalah Rosululloh Saw .Kemudian ada orang yang memberitahukan bahwa yang menasehatinya adalah Rosullulloh akhirnya diapun menyesali perbuatannya dan segera menuju rumah Rosululloh ,dia tidak mendapati seorangpun yangbisa mencegahnya untuk masuk sehingga dia bisa masuk rumah rosululloh dengan mudah . diapun mengutarakan maksud kedatangannya bahwa dia datang untuk meminta maaf karna tidak mengetahui bahwa yang menasehatinya adalah rosullulloh SAW.kemudian rosululloh SAW bersabda ''kesabaran adalah pada saat di timpa musibah''.

(syaikh muhammad bin shaleh al utsaimin,kitab riyadussolihin juz 1,2008:105)



0 komentar:

Posting Komentar