Ziarah Wali Songo

ziarah walisongo pon pes nurul ihsan tahun 2017.

Aula Nurul Ihsan

Alhamdulillah berkat dukuan semua kalangan proses pembuatan Aula Nurul Ihsan telah Mencapai 90%.

Suasana Sarapan Pagi

Suasana sarapan pagi Rombongan ziaroh pondok pesantren Nurul .

Beladiri Cimande

Santri Putra mengikuti latihan bela diri Cimande.

17 Agustus

Para santri berangkat guna melaksanakan Upacara Hari kemerdekaan.

Minggu, 27 Januari 2019

10 keutamaan Ilmu Dibandingkan Harta, Kisah Perdebatan Sayidina Ali dan Kaum Khawarij




10 keutamaan Ilmu Dibandingkan Harta, Kisah Perdebatan Sahabat Ali dan Kaum Khawarij




 Dari Ibrahim dari Al qamah dari abdulloh bin mas’ud ra. Berkata Rosululloh saw bersabda : “Barang siapa yang mempelajari satu bab dari ilmu yang diambil manfaatnya di akhiratnya dan di dunianya , maka Alloh memberikan kebaikan kebaikan kepadanya lebih baik dari umur dunia tujuh tahun  yang siangnya dipuasai dan di shalati malamnya lagi diterima oleh Alloh  tidak tertolak.”



Dari Ibrahim dari al qamah  dari abdulloh ra. Berkata : Rosululloh saw bersabda “ Membaca Al –Qur’an adalah amal orang-orang yang tercukupi,shalat adalah amal orang-orang yang lemah,puasa adalah amal orang-orang yang faqir , tasbih adalah amalan para wanita, sedekah adalah amal orang-orang dermawan dan berfikir adalah amal orang-orang lemah. Maukah aku tunjukan kepadamu tentang ama orang-orang yang kuat ? “ Ditanyakan pada para sahabat  :  “Wahai Rosululloh apakah amal orang-orang yang kuat itu ? “ Rosululloh bersabda : “yaitu menuntut ilmu , karena ilmu adalah cahaya orang mu’min di dunia dan akhirat “.


Pada suatu ketika Rosululloh saw bersabda :

انا مدينة الم وعلي بابها

Artinya : “Aku adalah kota (gudang) ilmu ,sedangkan Ali adalah pintu gerbangnya “.




           Setelah mendengar sabda nabi tersebur , maka timbulah kedengkian kaum khawarij terhadap Sayidina Ali ra . Lalu mereka melakukan perundingan yang terdiri dari 10 orang pemuka kaum khawarij untuk mencoba menjajagi  kecerdikan dan ketangkasan Ali ra . mereka berkata “Mari kita tanyakan satu masalah saja kepada Ali,kita lihat bagaimana dia akan menjawabnya. Kalau satu masalah ini dijawab dengan jawaban yang tidak sama , maka benarlah dia benar-benar seorang ‘alim yang cerdik sebagaimana yang disabdakan oleh nabi saw. Tersebut”.

    Satu per satu Sepuluh orang itu terus menuju ketempat Ali ra.  Adapun satu masalah yang di tanyakan adalah :

يا علي , العلم افضل ا م المال ؟

Artinya :

       “wahai Ali, lebih utama mana ilmu dengan harta ?”.


         Demikian masalah yang ditanyakan , lalu mulailah bergantian satu persatu menanyakan.

Pertama
Khowarij   : “Lebih utama mana ilmu dengan harta?”.
Ali ra         :“Ilmu lebih utama dari pada harta. Sebab ilmu merupakan pusaka para nabi,                                           sedangkan harta adalah warisan fir’aun ,Qorun dan lainnya”

Kedua
Khowarij   : “Lebih utama mana ilmu dengan harta?”
Ali ra         : “Ilmu lebih utama dari pada harta, sebab ilmu dapat menjaga kamu, sedangkan harta,                            kamulah yang menjaganya”.

Ketiga
Khowarij   : “Lebih utama mana ilmu dengan harta?”.
Ali ra         : “Ilmu lebih utama dari pada harta. Sebab orang karya harta banyak musuhnya, 
                      sedangkan orang yang kaya ilmu , banyak sahabatnya”.

Keempat
Khowarij   : “Lebih utama mana ilmu dengan harta?”
Ali ra          “Ilmu lebih utama dari pada harta, sebab harta kalau dibelanjakan menjadi berkurang,                           sedangkan ilmu kalau diberikan malah akan bertambah.

Kelima
Khowarij   : “Lebih utama mana ilmu dengan harta?”.
Ali ra         : “Ilmu lebih utama dari pada harta, sebab orang yang banyak harta dipanggil dengan                              sebutan bakhil, sedangkan orang yang banyak ilmunya disebut agung.

Keenam
Khowarij   : “Lebih utama mana ilmu dengan harta?”.
Ali ra         : “Ilmu lebih utama dari pada harta, sebab ilmu tidak perlu penjagaan dari pencuri,                                 sedangkan harta harus di jaga dari pencuri”.

Ketujuh
Khowarij   : “Lebih utama mana ilmu dengan harta?”.
Ali ra         : “Ilmu lebih utama dari pada harta, sebab pada hari kiamat orang yang banyak harta pasti                        akan di hisab, sedangkan orang yang berilmu , ilmunya dapat memberikan syafaat pada                        hari kiamat”.

Kedelapan
Khowarij   : “Lebih utama mana ilmu dengan harta?”.
Ali ra         : “Ilmu lebih utama dari pada harta, sebab lamanya pengangguran dalam melewatkan                              waktu, harta dapat rusak dan habis, sedangkan ilmu tidak akan rusak dan tidak akan                              habis”.

Kesembilan
Khowarij   : “Lebih utama mana ilmu dengan harta?”.
Ali ra         : “Ilmu lebih utama dari pada harta, sebab  harta dapat menjadikan padatnya perasaan,                              sedangkan ilmu dapat menerangi hati”.

Kesepuluh
Khowarij   : “Lebih utama mana ilmu dengan harta?”
Ali ra         : “Ilmu lebih utama dari pada harta, sebab  orang yang memiliki harta, maka dengan harta                        ia sering mengaku sifat ketuhanan, sedangkan orang yang berilmu  dapat merealisir                              ibadah”.


             Setelah kesepuluh orang  khowarij itu selesai bertanya, lalu Ali ra. Berkata : “Andaikata mereka bertanya kepadaku dari satu masalah itu, tetap saya jawab dengan jawaban yang berbeda  selama saya masih hidup”.  Dan akhirnya mereka (kaum khowarij) menghadap kepada Ali ra. Mereka menyerah dan sangat mengakui kecerdikan dan kecerdasan Sayidina Ali Karomallohu wajhah .





Jumat, 11 Januari 2019

Kumpulan Puisi, Persembahan Untuk Ibu I Kerinduan Seorang Santri




Ibu adalah sosok manusia yang paling berjasa untuk kita semua,sosok ibu layaknya sosok malaikat yang selalu memberikan kasih sayang dan cinta yang tulus terhadap keluarga ,terutama anak anaknya.

Dalam kesempatan ini kami akan memberikan sedikit hasil karya cipta yang dikreasikan oleh para santri yang dituangkan untuk mencurahkan kerinduannya kepada seorang ibu ,berupa beberapa untaian puisi  yang dipersembahkan  untuk sang ibu tercinta,semoga bisa bermanfaat.




MALAIKAT  TANPA  SAYAP

By : Meisy Triana Dewi


Tunjukanlah… tunjukanlah kepadaku…
Dimana letak perhatian yang lebih besar
Selain perhatian dari seorang ibu…
Dimana adanya sumber kasih sayang yang lebih tulus
Selain kasih sayang dari seorang ibu..
Dimana ada pengorbanan yang lebih pedih
Selain pengorbanan seorang ibu

IBU..

Harus dengan apa aku membalas semua jasa jasamu..
Bila harus membopongmu kemana mana aku siap ibuu..
Sekalipun harus menyuapimu.. melayani setiap hari..
Sekalipun harus ku berkorban jiwa ragaku..
Aku sanggup ibu..
Aku sanggup

TUHAN…

Andai aku tau kapan senyum terakhirnya…
Akan ku buat itu sebagai senyuman terindah sepanjang hidupnya...andai aku tahu kapan air mata terakhirnya dijatuhkan..
Akan kujadikan itu sebagai air mata bukti kebahagiaan





JASA SEORANG IBU

By : Dewi Lestari



Ibu …………

Kau merintihkan tangis di saat melahirkan ku
Kau kuat merasakan sakit demi kehadiranku di dunia ini
Pengorbananmu begitu besar
Namun entah bagaimana membalasnya
Kau rela memberikan waktu dan semua yang kau miliki

Namun ……………

Seringku menyakiti dan melukai hatimu
Sering aku bantah dirimu
Tapi sabar dan tabah selalu menyertai hatimu,ma’afkan diriku ibu …….
Rasa rindu di hatiku begitu dalam karena jauh darimu …..

Jasamu ……

Sungguh semua jasamu begitu mulia
Ku sangat mencintaimu ibu ……
Dan begitu malunya diriku ….yang tak bisa membalas semua kasih sayang dan jasa –jasamu 

penerang …..

Kaulah pelita hidupku yang gelap,kau juga yang menghilangkan rasa gelisahku
Kau jadikan rasa gelisahku menjadi rasa yang tentram
Kau buat rasa sedihku jadi bahagia
Di kala kau sakit kau berkata baik,di kala ku sedih kau katakan bahagia
Dan di sa’at kau lelah kau berkata semangat,kau katakana itu semua hanya karna diriku

Do’aku …..

Dalam pengabdianku padamu ….
Ku sertakan do’a untukmu …..
Semoga kau di sana tetap dalam lindugan alloh ….
Dan semoga ku tetap besamamu di dunia hingga di surga nanti








IBU

By : Siti fahrotul amanah




Di setiap baris dan ba’it
Ku tuliskan kata yang mewakili asa untuk yang tercinta
Yang namanya selalu ada dalam dada

Dialah ibu ….

Sosok yang paling berjasa dalam hidupku
Yng tak pernah lelah
Untuk memperjuangkan kebahagiaanku
Kau tak pernah lelah
Menasehatiku karena kenakalan dan tingkah laku ku
Setiap sa’at aku selalu mengingatmu dan merindukanmu

Ibu ……

Aku rindu masa – masa sa’at kita bersama
Meskipun sa’at ini engkau jauh dariku
Do’aku tercatat selamanya
Di langit untukmu






IBU PAHLAWAN HIDUPKU

By : Athiyatul mukaromah





Oh ….ibu …..

Ibu engkaulah wanita pelita hatiku
Engkau yang telah melahirkan dan membesarkanku
Engkau yang telah mengasuhku dengan sabar

Ibu …….

Betapa sabarnya engkau merawatku
Betapa besar pengorbananmu di sa’at melahirkanku
Sesakit apapun dirimu , tetap kau tahankan demi anakmu
Tanpamu entah bagaimana hidupku
Karena engkau yang telah merawat dan membesarkanku
Jasa – jasamu begitu besar tapi aku tak mampu membalasmu
Ma’afkan aku ibu
Ma’afkan aku yang belum bisa membahagiakanmu
Terima kasih ibu
Engkau telah merawatku





PEREMPUAN TERHEBAT

BY : Dewi Fatimah



Oh …. Ibu

Sungguh besar jasamu
Sungguh besar pengorbananmu
Betapa aku menyayangimu ibu
Ibu kaulah pahlawanku
Kau selalu menghiasi hari – hariku
Entah apa yang bisa ku lakukan tanpamu
Kau rela membagi jiwa ragamu untuk anakmu
Bahkan kau rela mempertaruhkan nyawamu
Demi mengeluarkanku dari rahimmu
Kau membesarkanku dengan kasih sayang

Ibu …..

Aku ingin selalu bersamamu
Aku tak ingin kehilanganmu
Terima kasih ibu atas apa yang telah kau berikan
Kau yang telah menjagaku selama ini
Terkadang aku sering membangkang
Tidak menuruti nasehatmu ibu

Ibu …..

Ma’afkan anakmu
Ma’afkan aku yang belum bisa membahagiakan serta membalas jasa – jasamu
Hanya do’a yang bisa aku berikan
Semoga aku bisa membahagiakanmu
Sebelum aku atau ibu tiada