Jumat, 10 Maret 2017

Perundingan Pertama Membunuh Nabi Muhammad SAW

TEPATNYA PADA HARI SABTU.oleh sebab itu ada sebuah riwayat yang mengatakan bahwa hari sabtu adalah hari makar dan tipu daya.

Ibnu Ishaq Ra.Bercerita : 
Ketika orang-orang Kafir Quraisy mengetahui para sahabat Nabi SAW hijrah.dan juga mengetahui akan ada semakin banyaknya oarng-orang yang ingin manjadi sahabat Nabi SAW,merekapun jelas menjadi takut akan berita tersebut.sebab mereka tahu kemungkinan besar Nabi Muhammmad SAW akan memerangi mereka.

Lalu mereka berkumpul dalam “Darul Nadwah” tepatnya dirumah qushoo bin kilab.dinamakan darul nadwah ialah karena digunakannya tempat ini untuk berunding,dimana orang-orang Quraisy tidak memutuskan suatu masalah kecuali ditempat itu.dan disanapun dilarang masuk kecuali oaring-orang quraisy yang sudah berumur 40 tahun,termasuk abu jahal.
Mereka berkumpul pada hari sabtu.mereka ditemani Iblis yang menyamar sebagai orang tua bangsa Najd.saat itu iblis brdiri di pinggir pintu seperti orang tua yang agung,pakai batt,yakni jubah tebal dari sutra yang sering dipakai para ulama besar.orang –orang bertanya : “Syaikh ini dari mana!”
Iblis menjawab, “Dari Najd,dia (maksudnya dia sendiri iblis) sudah mengetahui apa yang kamu putuskan,dan diapun datang untuk mendengar pembicaraan kalian,mungkin dia ingin berpendapat atau member nasihat untuk kalian”
“Masuklah”.Kata Mereka
Iblis pun masuk dan ikut bermusyawarah menegenai Nabi Muhammad SAW.
Jumlah mereka 100 orang,tapi ada yang meriwayatkan hanya 15 orang.

Pendapat Abul Buhaira (kelak ia terbunuh dalam keadaan kafir saat perang badar), katanya: “masukan saja ke dalam penjara besi,kunci rapat-rapat dan tunggu saja sampai dia tertimpa sesuatu seperti para penyair (para nabi) sebalum dia.
Orang Najd berkata : “Itu bukan pendapat.demi allah!andaikan kalian memenjarakan dia dalam penjara besi,pasti perintahnya mampu mengeluarkan dia,dari belakang dan menuju para sahabatnya lagi.karena bisa dipastikan para sahabatnya akan menyerbu kalian dan merebut dia dari tangan kalian.dan mereka akan memeperoleh pendukung lebih banyak dari golongan kalian dengan membawa Muhammad SAW.sehingga kalian terkalahkan.ini jelas bukan pendapat,cari pendapat yang lain saja.

Pendapat Aswad Bi Rabi’ah Bin Amr Al Amiri : “kita usir saja dia,kita buang jauh dari Negri kita,dan kita tidak perduli kemana dia pergi”.
Najd Laknatullah (Iblis) Berkata : “Demi Allah,itupun bukan pendapat.tidakkah kalian mengerti bahwa budi bahasanya amat santun!yang mamapu menaklukkan hati para tokoh,hanya dengan bekal yang ia miliki.demi allah,kalau pendapat ini kalian laksanakan hatiku tidak tenang,karena ia masih mampu bertempat digolongan bangsa arab yang lainnya.dia jelas mampu menguasai mereka lagi dengan tutur katanya,dan mereka akan semakin banyak memusuhi kalian untuk merebut kekuasaan dari tangan kalian,lalu dia akan berbuat sekehendak hatinya terhadap kalian.
Sekarang coba pikir sekali lagi.”

Abu jahal berpendapat : “Demi Allah aku punya pendapat yang kalian tidak akan terpikirkan.aku berpendapt sebaikna kamu mamilih seorang pemuda nyang gagah berani dari suku kaian,pemberani,bangsawan dan jujur.mereka diberi bekal pedang yang tajam,lalu menyerbu Muhammad,dan memukulnya sekaligus seperti pukulan satu orang.mereka secara serentak membunuh Muhammad,sementara kita bisa enak-enakan disini.dan tuntutan balas dendam kematian Muhammad tidak mungkin dilakukan abdul manaf untuk memerangi semua sukunya sendiri.kita hanya ramai –ramai meneyerahkan niatnya pada mereka.”

Orang Najd Laknatulloh Berkata : “Inilah baru pendapat yang benar,aku tidak mendengar ada pendapat lagi.”
Maka keputusan itu menjadi bulat untuk membunuh Muhammad SAW,setelah itu mereka menutup sidang.

Malaikat Jibril kemudian datang kepada Nabi Muhammad SAW,ia berkata malam ini engkau jangan tidur ditempat tidur yang biasa kamu tiduri”.
Malampun datang,mereka sudah berkumpul di depan pintu NABI Muhammad SAW,sambil mengintai.ditempat itu dianggapnya Muhammad tidur,lalu merekapun menyerbu.padahal sebelumnya Rasulullah SAW memerintah sahabat ali tidur di tempat beliau,dengan menutup dan menggunakan selimut beliau yang berwarna hijau.selimut ini dipakai (setelah kejadian ini) untuk shalat jum’at dan shalat dua hari raya ‘id.jadi orang pertama yang menjual dirinya kepada Allah dengan melindungi Rasulullah SAW ialah sahabat ali.sahabat ali menuangkannya dalam gubahan syair :

Aku telah menjaga orang terbaik yang menginjak tanah dengan diriku
Orang yang thawaf pada rumah kuno
Orang yang thawaf pada Hijr Ismail
Utusan tuhan!
Dia merasa takut mereka menyelenggarakan maker buatnya
Allah menyelamatkan dari maker itu,dzat yang memiliki anugrah
Semalam Rasulullah SAW aman dalam gua
Terjaga,dan selalu dalam penjagaan-NYA
Semalaman aku menagawasi mereka,dan mereka tidak menemukan kami
Padahal aku sudah benar-benar menampakkan diriku untuk ditawan dan dibunuh

Nabi Muhammad SAW kemudian keluar melewati mereka.Allah sudah mencabut penglihatan mereka,dan seorang diantara mereka yang bisa melihat ialah beliau nabi Muhammad SAW.menaburkan debu kearah kepala mereka,smbil beliau membaca surat yasin dari ayat satu sampai ayat 9.
Kemudian beliau meninggalkan tempat itu sesuai yang dikehendaki.

(Kembali kepada oarng-orang kafir) : tiba-tiba datang seseorang kepada mereka,dia berkata : “apa yang kalian kerjakan disini?”
Mereka menjawab : “Muhammad!”

“Aduh ! Allah benar-benar telah membuat kalian gagal.Demi Allah,tadi ia sudah keluar lewat depan kalian,dan ia tidak meninggalkan sesuatu pada kalian kecuali debu yang sekarang ada diatas kepala kalian,kemudian ia pergi meninggalkan tempat ini,sementara kalian tidak tahu apa yang terjadfi pada kalian.”

Mereka meletakan tangan di kepala masing-masing,dan disana memang ada debu.lau mereka melihat ke dalam,ternyata yang ditunggu sejak tadi adalah ali yang berada di tempat beliau.berikut selimut yang dipakai ali melik beliau.mereka masih menunggu sampai pagi sampai akhirnya ali bangun dari tidurnya.

Diantara mereka ada yang berkata : “ternyata benar apa yang diceritakan orang pada kita”

“Mukasyifatul qulub” 
By.ibnu rusydi

1 komentar:

Posting Komentar