Ziarah Wali Songo

ziarah walisongo pon pes nurul ihsan tahun 2017.

Aula Nurul Ihsan

Alhamdulillah berkat dukuan semua kalangan proses pembuatan Aula Nurul Ihsan telah Mencapai 90%.

Suasana Sarapan Pagi

Suasana sarapan pagi Rombongan ziaroh pondok pesantren Nurul .

Beladiri Cimande

Santri Putra mengikuti latihan bela diri Cimande.

17 Agustus

Para santri berangkat guna melaksanakan Upacara Hari kemerdekaan.

Senin, 04 Maret 2019

Manusia Diciptakan Dalam Bentuk Yang Sebaik baiknya




Manusia di ciptakan sebaik-baiknya makhluk ciptaan.

Alloh memuliakan bani Adam (manusia) dari makhluk-makhluk yang lain yakni ; Malaikat,jin,semua jenis hewan,tumbuhan.

Kelebihan manusia dari makhluk-makhluk yang lain berupa fisik maupun non fisik,sebagaimana firman Alloh :

"sungguh kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya, kemudian kami mengembalikannya ketempat yang serendah rendahnya , kecuali orang orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan ; maka akan mendapatkan pahala yang tidak ada putus putusnya".


(QS,Attin,4-6).

Selain di beri panca indra yang sempurna,manusia juga di beri hati yang berfungsi untuk menimbang dan membuat keputusan.

"Dan Alloh mengeluarkan kamu dari peruut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu apapun,dan dia memberimu pendengaran,penglihatan dan hati nurani agar kamu bersyukur"

(QS.An-nahl,16 : 78).

Manusia juga di beri kelebihan akal serta kemampuan untuk berfikir agar manusia dapat membedakan  perkara yang hak dan yang batil,tidak seperti binatang yang diberi nafsu ,Alloh memberi manusia akal agar manusia mampu berfikir untuk mengendalikan hawa nafsu,

meskipun demikian banyak manusia yang tidak menyadari ketinggian derajatnya  sehingga tidak menjalankan fungsinya sebagaimana mestinya.

 manusia memiliki hati tetapi tidak di gunakan untuk memahami (ayat-ayat Alloh),mereka memiliki mata tetapi tidak di gunakan untuk melihat tanda tanda kebesaran Alloh,mereka memiliki telinga,tangan,kaki dan semuanya sering mereka pergunakan pada hal hal yang justru di larang oleh Alloh.

Rabu, 13 Februari 2019

Ketika Keimanan Seseorang di Uji Melalui Kesabarannya Menghadapi Cobaan


cobaan dan ujian merupakan suatu hal yang tidak pernah terpisahkan dalam kehidupan manusia.Selagi nafas manusia belum sampai pada kerongkongan, selama itu pula manusia akan di uji oleh dzat yang maha mengatur segalanya, ALLOH SWT.

Cobaan serta ujian yang Alloh berikan,tidak hanya berupa hal-hal buruk atau musibah yang tidak di senangi seperti kematian,bencana dan lain sebagainya.ujian juga bisa berupa kebaikan atau keberuntungan.

Apabila ujian atau cobaan itu beruapa musibah tujuanya adalah untuk menguji sikap dan keimanan manusia,apakah ia sabar dengan cobaan itu,dan apabila cobaan itu berupa kebaikan atau kesenangan maka tujuannya adalah untuk menguji sikap mental manusia,apakah ia mau bersyukur atas segala nikmat dan rahmat yang dilimpahkan Alloh kepadanya atau justru sebaliknya yaitu mengingkarinya.

 Jika seseorang bersikap sabar dan tawakal dalam menerima ujian serta bersyukur kepada Alloh atas kebaikan dan kenikmatan yang Alloh limpahkan,maka dia termasuk orang-orang yang memperoleh kemenangan,memiiki keimanan yang kuat dan mendapat keridhoan Alloh swt.

Namun sebaliknya apabila keluh kesah dan keimanannya rusak dalam menerima cobaaan ,atau lupa daratan ketika menerima rahmat NYA, sehingga ia tidak bersyukur maka ia masuk pada golongan orang yang merugi dan jauh dari ridho Alloh swt.

kesabaran merupakan kemampuan seseorang untuk mengendalikan diri dari hawa nafsunya, kesabaran hanya dimiliki oleh orang-orang yang memiliki kemampuan dan kekuatan iman,karena orang yang lemah imannya tidak akan mampu bersabar.

Ada banyak riwayat dan nash Al-Qur'an yang berbicara tentang kesabaran dengan berbagai macam jenisnya , seperti bersabar dengan mengendalikan diri agar tidak menuruti hawa nafsu,bersabar ketika melaksanakan berbagai perintah Allah swt. dan ketika meninggalkan larangan-NYA,bersabar dalam menghadapi musibah dan bersabar terhadap ketentuan takdir yang telah Alloh tetapkan ,bahkan ada suatu pendapat yang mengatakan bahwa kesabaran adalah salah satu faktor penyebab kemenangan dan keberhasilan seseorang.

Diceritakan dalam sebuah hadist yang diriwayatkan dari Annas bin Malik Ra.

"Suatu hari rasululloh Saw berjalan melewati seorang wanita yang sedang menangis diatas sebuah kuburan yang merupakan kuburan anaknya yang masih kecil dan sangat di cintainya sehingga ia tidak bisa mengendalikan dirinya untukmenangis diatas kuburan anaknya.Tatkala rasululloh melihatnya,beliau menasihatnya agar selalu bertaqwa kepada Alloh dan bersabar.Sepontan wanita itu menjawab "menjauhlah dariku,sesunggnya kamu tidak di timpa musibah seperti diriku !" wanita itu tidak tahu bahwa yang menasehatinya adalah Rosululloh Saw .Kemudian ada orang yang memberitahukan bahwa yang menasehatinya adalah Rosullulloh akhirnya diapun menyesali perbuatannya dan segera menuju rumah Rosululloh ,dia tidak mendapati seorangpun yangbisa mencegahnya untuk masuk sehingga dia bisa masuk rumah rosululloh dengan mudah . diapun mengutarakan maksud kedatangannya bahwa dia datang untuk meminta maaf karna tidak mengetahui bahwa yang menasehatinya adalah rosullulloh SAW.kemudian rosululloh SAW bersabda ''kesabaran adalah pada saat di timpa musibah''.

(syaikh muhammad bin shaleh al utsaimin,kitab riyadussolihin juz 1,2008:105)



Jumat, 01 Februari 2019

LARANGAN HUBBUD DUNIA DAN ANJURAN ZUHUD TERHADAP DUNIA




Di dunia ini banyak orang yang berlomba lomba mengumpulkan harta, mereka rela melakukan apa saja demi hartanya . Mereka melalaikan shalat demi pekerjaan , melalaikan puasa demi kepuasan melalaikan zakat demi mempertahankan hartanya dan masih banyak lagi. Mereka adalah orang yang hubbud dunia, yaitu orang yang mencintai perkara dunia (mengutamakan perkara dunia dibandingkan akhirat ) orang yang hubbud dunia seakan lupa akan adanya kematian, mereka tidak pernah memikirkan bekal untuk diakhirat kelak, mereka berpikir seakan tidak ada kehidupan lagi setelah kematian.


Padahal  Nabi Muhammad SAW bersabda:


قا ل ءليه الصلاة و السلام : يا ءلي, ايا ك و ءلية الموت لا يذكرون الا دنياهم,فقل علي وم هم يا نبياللله؟ قل : الاغنياء واصحا ب ادنياالد ين تراهم مقبلين عل جمعها كا قبا ل الو الدت عل ولد ها واوليك هم الخسر ون غدا

    
Nabi muhamad SAW bersabda “ hai ali . waspadalah kamu terhadap orang –orang yang lupa pada mati . di mana mereka hanya memikirkan harta kekayannya  ( dunia ) ‘ali bertanya .siapakah mereka itu hai Nabi Alloh ?”  nabi bersabda “ mereka adalah orang- orang yang kaya dan pemilik harta yang terus menerus bekerja keras dan mengumpulkannya .  seperti kerja keras seorang ibu yang merawat anaknya . di akhirat nanti mereka itu adalah orang- orang yang rugi .


Hadis diatas menerangkan bahwa cinta dunia  itu hal yang tidak baik . karena siapa yang cinta dunia maka mereka adalah orang yang merugi.


   perhatikanya … cinta dunia !  bukan sayang . cinta sama sayang itu beda . kalau sayang itu mengasihi  sesuatu dan rela sesuatu itu menjadi milik orang lain . sedangkan kalau cinta itu mengasihi sesuatu tetapi tidak rela sesuatu itu menjadi mililk orang lain. Contohnya sayang itu … seperti kasih sayang seorang  kakak terhadap adiknya, seorang kakak pastinya tidak ingin adiknya kenapa kenapakan,pasti seorang kakak ingin adiknya baik2 saja, ingin adiknya bahagia dll. Tapi seberapa sayangnya pun kaka terhadap adiknya , bukankah seorang kakak rela jika adiknya menikah dan meninggalkannya ? karena kakak ingin adiknya bahagia. Sedangkan contohnya cinta itu.. seperti  kasih sayang seorang kekasih. Seseorng yang mencintai kekasihnya, ia pasti ingin kekasihnya selalu baik – baik saja , ingin selalu melindungi kekasihnya dan tidak rela kekasihnya menjadi milik orang lain dll. Nahhh seperti  halnya juga orang – orang yang cinta dunia . ia ingin harta yang ia miliki baik2 saja, ia selalu melindungi hartanya dengan berbagai cara,sehingga biasanya orang seperti mereka adalah orang2 yang kikir,tdak mau bersodakoh kepada orang lain.
 Padahal diriwayatkan dari yahya bin muadz, pada kitab nasoihul ibad



عن يحي بن معاد رحمة الله ءليه ترك الدنيا كلها اخ الاخرة كلها فمن تركها كلها اخذها كلها ىمن اخذها كلها تركها كلها فاخذها في تركها و تركها في اخذها  


Yaitu.. meninggalkan dunia adalah meninggalkan  ahirat. barang siapa meninggalkan dunia karena benci pasti dia akan mendapatkan ahirat ,maka ia menggapai ahirat dengan meninggalkan dunia. Begitupun sebaliknya.


        Dari sekian banyaknya keterangan , sudah jelas.. kita sebagai manusia tidak diperbolehkan untuk mengutamakan perkara dunia dan meninggalkan perkara ahirat. Melaikan kita di anjurkan untuk memiliki sifat zuhud terhadap dunia.




Apasih zuhud itu?

 Ibnu abbas ra berkata : kata zuhud mempunyai  tiga huruf yaitu ز  - ه-د  ز .  dari kata زاد  yang berarti bekal menuju ahirat. Sedangkan  ه dari kata هدا yang berarti petunjuk bagi agama. Dan د dari kata دامyang berarti  konsekuen menjalankan perintah Allah.
Ada juga pendapat dari Ibnu Abbas ra. Makna tiga huruf tadi yaitu ز (ترك الزينة)  artinya tidak tertarik dengan perhisan dunia.  ه  (نرك الهوى  ) artinya memerangi hawa nafsu, sedangkan ( ترك دنيا) د  artinya tidak terpengaruh dengan gemerlap dunia.

Jadi perlu diketahui, zuhud adalah :

-    Menjauhi larangan Allah baik besar ataupun kecil. (oarng yang zuhud tidak akan berpikiran “ Cuma sekali ini lah, gpp “ ketika dia mau mengambil sesuatu milik orang lain )
-    Menjalankan semua kewajiban baik dalam keadaan suka maupun duka. (orang yang zuhud bukanlah orang yang datang/beribadah kepada allah hanya ketika ia berada dalam keadaan susah, tetapi berfoya foya ketika ia dalam keadaan senang, seakan ia lupa dengan kewajibannya)
-    Menyerahkan perkara dunia ini kepada pemilikNya yaitu Allah SWT baik itu sedikit maupun banyak, baik hal kecil ataupun hal besar. ( orang yang zuhud adalah orang yang senantiasa qana’ah, menerima apapun yang allah berikan kepadanya, meskipun ia sudah kerja keras sekalipun ia hanya diberi upah sedikit ia tidak akan mengeluh, karena ia tau rezeki Allah yang menentukan . orang yang zuhud juga akan senantiasa sabar atas segala cobaan yang Allah berikan, jika sekiranya ia menemukan perkara yang sekiranya sulit baginya ia akan sabar dan pasrah  akan ketentuan Allah SWT.

Seperti  yang diceritakan dalam kitab usyfuriah…..


 Dari ja’far bin muhamad dari ayahnya dari kakeknya berkata : sayidina Ali memberitahukan kepadaku , ketika itu Ali datang ke rumahnya dari nabi SAW , kemudian ia masuk dan menjumpai Fatimah / putri rosululoh dimana ia melihat Fatimah sedang duduk dan di hadapanya ada salmah Al farisi yang sedang mengembalikan bulu yang dipintal Fatimah , maka sayidina Ali berkata kepada Fatimah “ Hai wanita mulia , apakah engkau mempunyai makanan untuk suamimu ini? “.  Fatimah menjawab :” Demi Allah aku tidak mempunyai apapun suamiku , kecuali 6 dirham ini pemberian salman padaku sebagai ongkosku memintal bulu dan akan kubuat  membeli makanan untuk Hasan dan Husain Ra” kemudian Alipun berkata kepada Fatimah:  “wahai istriku bawalah kemari 6 dirham itu “ lalu Fatimah membawa uang tersebut dan meletakannya ditelapak tangan sayidina  Ali.


Setelah mendapat 6 dirham itu sayyidina Ali keluar rumah dengan niat membeli makanan untuk keluarganya. Tetapi ketika ia diperjalanan,tiba tiba ada seorang  laki laki yang berdiri dihadapannya seraya berkata: “adakah orang yang mau menghutangi uangnya dijalan allah?, sesungguhnya Dia maha menguasai dan menepati janji”.  Karena merasa tak tega sayyidina Alipun mendekat dan memberikan uang 6 dirham itukepadanya,kemudian ia pun pulang dengan tangan kosong. Dan Fatimah yang melihat Sayyidina ali pulang dengan keadaan tangan kosong menangis. Kemudian sayyidina Ali bertanya kepada nya: “ wahai istrikumengapa engkau menangis?” Fatimah menjawab: “sungguh aku sedih melihatmu pulang tanpa  membawa apa apa” Sayyidina Ali berkata lagi “wahai istriku uang 6 dirhamu telah aku hutangkan kepada Allah ta’ala. “ . aku setuju akan itu “ jawab Fatimah mencoba mengikhlaskan uang 6 dirham itu. Kemudian sayyidina Ali pergi untuk menjumpai Rasulullah SAW. Tiba tiba diperjalanan ia bertemu dengan seorang badui  yang sedang menuntun onta, maka Sayyidina Alipun mendekatinya dan badui itu berkata : “ hai abal hasan ,berilah ontakuku ini !” “ku tidak mempunyai apa-apa untuk membelinya wahai tuan “ jawab Sayyidina  ali . “tidak apa,aku akan menjual onta ini kepadamu dengan cara pembayaran tertunda.” tawar badui itu .”dengan harga berapa?”Tany Sayyidina a  ali kepada badui tersebut.”seratus dirham”jawab badui . “baiklah ,aku bersedia membelinya” Sayyidina ali yang kemudian pergi membawa onta itu .tak lama kemudian,setelah ia membeli onta tersebut ia bertemu seorang badui lain seraya berkata “ hai abal hasan ,apakah onta ini akan engkau jual?” Sayyidina  Ali menjawab “benar”. “dengan harga berapakah engkau akan menjualnya “Tanya si badui tersebut  “tiga ratus dirham” jawab Sayyidina ali . ‘baiklah saya akan membayarnya tiga ratus dirham dengan pembayaran kontan” ucap sang badui . lalu Sayyidina ali pun menyerahkan onta tersebut kepada sang badui . setelah mendapatkan uang dari hasil penjualan onta tersebut Sayyidina  ali pulang ke rumah dan menemui Fatimah . dan ketika Fatimah melihat suaminya pulang dengan membawa uang . maka Fatimah pun tersenyum dan berkata : “wahai istriku, aku telah membeli onta seharga  seratus  dirham dengan hutang dan menjualnya dengan harga tiga ratus dirham secara kontan “ “ sungguh aku stuju akan itu “ kata Fatimah . lalu Sayyidina ali keluar dan pergi dari sisi Fatimah untuk menemui nabi SAW .kemudian  nabi SAW berkata kepada Sayyidina ali :” wahai abal hasan, apakah engkau hendak member tahuku sesuatu ? atau mendengr sesuatu dariku ? “Sayyidina  ali menjawab : “alangkah lebih baiknya engkau saja yang member tahu sesuatu kepadaku ya rasullalloh “ maka nabi SAW bersabda “ hai abal hasan , apakah engkau tahu seorang badui yang menjual onta kepadamu dan seorang badui yang membeli onta darimu ? “  “ Hanya engkau dan Allah lah yang tahu “ jawab Sayyidina Ali. Nabi SAW bersabda “berbahagialah engkau, beruntunglah engkau wahai Ali engkau menghutangi  Allah seratus dirham, maka Allah memberikan kepadamu tiga ratus dirham, sebagai ganti yaitu setiap satu dirham dengan lima puluh dirham. Dan tahukah engkau sesunggunya badui yang pertama adalah jibril dan badui yang lain itu adalah isyrofil ( dalam satu riwayat lain disebutkan bahwa yang pertama itu jibril dan yang lain adalah mikail as. ).


Itulah kisah tentang sayyidina Ali dengan sifat zuhudnya… sehingga harta yang tadinya sedikit, karena sikap beliau yang zuhud dan bijaksanapun Allah menambahkannya berkali kali lipat.


Ibrahim bin Adam berkata : “ aku sampai  ke  peringkat Zuhud karena tiga perkara, yaitu :
1. ” Aku melihat kuburan sangat ngeri, sedangkan aku tidak punya teman”
2.  “  aku melihat perjalaan ini sangat jauh padahal tidak kumiliki bekal yang memadai “
3.  “ aku melihat tuhan yang perkasa menjadi hakim sedangkan aku tidak punya pembela.”


Ingatlah kuburan itu tempat yang sangat menakutkan, karena kita dipisahkan dengan orang orang yang kita cintai, oleh karena itu kita sangat memerlukan teman  ditempat itu, yaitu dengan amal amal baik kit, 
bukan dengan harta dan kemewahan dunia.
    
    Perjalanan menuju akhirat perlu diisi dengan memperbanyak bekal  berupa amal soleh . hanya Allah SWT yang berkuasa atas segala urusan hambanya pada hari kiamat nanti, oleh sebab itu sebelum kita menghadap kehadiratNya  kita perlu mempersiapkan segala amal amal yang baik yang akan menjadi hujjah (pembela) kelak dihadapannya.
Ingat ! bukan dengan harta atau kemewahan dunia, melainkan dengan amal sholeh.
Yahya bin Muadz Arrazi berkata : “ berbahagialah orang yang lebih dahulu meninggalkan dunia sebelum dunia meninggalkannya, lebih dahulu membangun kuburnya sebelum ia memasukinya , dan ia telah diridhoi tuhannya sebelum ia memasukinya .”
Sedangkan :    
اصل جمع الخطا يا حب الدنيا
“Pokok semua dosa adalah cinta dunia”       
Jadi, Itulah arikel / sedikit informasi yang dapat saya bagikan kepada teman teman pemaca, semoga bermanfaat dan kita dijadikan orang yang zuhud oleh Allah SWT. Aamiin ya robal alamin…

Minggu, 27 Januari 2019

10 keutamaan Ilmu Dibandingkan Harta, Kisah Perdebatan Sayidina Ali dan Kaum Khawarij




10 keutamaan Ilmu Dibandingkan Harta, Kisah Perdebatan Sahabat Ali dan Kaum Khawarij




 Dari Ibrahim dari Al qamah dari abdulloh bin mas’ud ra. Berkata Rosululloh saw bersabda : “Barang siapa yang mempelajari satu bab dari ilmu yang diambil manfaatnya di akhiratnya dan di dunianya , maka Alloh memberikan kebaikan kebaikan kepadanya lebih baik dari umur dunia tujuh tahun  yang siangnya dipuasai dan di shalati malamnya lagi diterima oleh Alloh  tidak tertolak.”



Dari Ibrahim dari al qamah  dari abdulloh ra. Berkata : Rosululloh saw bersabda “ Membaca Al –Qur’an adalah amal orang-orang yang tercukupi,shalat adalah amal orang-orang yang lemah,puasa adalah amal orang-orang yang faqir , tasbih adalah amalan para wanita, sedekah adalah amal orang-orang dermawan dan berfikir adalah amal orang-orang lemah. Maukah aku tunjukan kepadamu tentang ama orang-orang yang kuat ? “ Ditanyakan pada para sahabat  :  “Wahai Rosululloh apakah amal orang-orang yang kuat itu ? “ Rosululloh bersabda : “yaitu menuntut ilmu , karena ilmu adalah cahaya orang mu’min di dunia dan akhirat “.


Pada suatu ketika Rosululloh saw bersabda :

انا مدينة الم وعلي بابها

Artinya : “Aku adalah kota (gudang) ilmu ,sedangkan Ali adalah pintu gerbangnya “.




           Setelah mendengar sabda nabi tersebur , maka timbulah kedengkian kaum khawarij terhadap Sayidina Ali ra . Lalu mereka melakukan perundingan yang terdiri dari 10 orang pemuka kaum khawarij untuk mencoba menjajagi  kecerdikan dan ketangkasan Ali ra . mereka berkata “Mari kita tanyakan satu masalah saja kepada Ali,kita lihat bagaimana dia akan menjawabnya. Kalau satu masalah ini dijawab dengan jawaban yang tidak sama , maka benarlah dia benar-benar seorang ‘alim yang cerdik sebagaimana yang disabdakan oleh nabi saw. Tersebut”.

    Satu per satu Sepuluh orang itu terus menuju ketempat Ali ra.  Adapun satu masalah yang di tanyakan adalah :

يا علي , العلم افضل ا م المال ؟

Artinya :

       “wahai Ali, lebih utama mana ilmu dengan harta ?”.


         Demikian masalah yang ditanyakan , lalu mulailah bergantian satu persatu menanyakan.

Pertama
Khowarij   : “Lebih utama mana ilmu dengan harta?”.
Ali ra         :“Ilmu lebih utama dari pada harta. Sebab ilmu merupakan pusaka para nabi,                                           sedangkan harta adalah warisan fir’aun ,Qorun dan lainnya”

Kedua
Khowarij   : “Lebih utama mana ilmu dengan harta?”
Ali ra         : “Ilmu lebih utama dari pada harta, sebab ilmu dapat menjaga kamu, sedangkan harta,                            kamulah yang menjaganya”.

Ketiga
Khowarij   : “Lebih utama mana ilmu dengan harta?”.
Ali ra         : “Ilmu lebih utama dari pada harta. Sebab orang karya harta banyak musuhnya, 
                      sedangkan orang yang kaya ilmu , banyak sahabatnya”.

Keempat
Khowarij   : “Lebih utama mana ilmu dengan harta?”
Ali ra          “Ilmu lebih utama dari pada harta, sebab harta kalau dibelanjakan menjadi berkurang,                           sedangkan ilmu kalau diberikan malah akan bertambah.

Kelima
Khowarij   : “Lebih utama mana ilmu dengan harta?”.
Ali ra         : “Ilmu lebih utama dari pada harta, sebab orang yang banyak harta dipanggil dengan                              sebutan bakhil, sedangkan orang yang banyak ilmunya disebut agung.

Keenam
Khowarij   : “Lebih utama mana ilmu dengan harta?”.
Ali ra         : “Ilmu lebih utama dari pada harta, sebab ilmu tidak perlu penjagaan dari pencuri,                                 sedangkan harta harus di jaga dari pencuri”.

Ketujuh
Khowarij   : “Lebih utama mana ilmu dengan harta?”.
Ali ra         : “Ilmu lebih utama dari pada harta, sebab pada hari kiamat orang yang banyak harta pasti                        akan di hisab, sedangkan orang yang berilmu , ilmunya dapat memberikan syafaat pada                        hari kiamat”.

Kedelapan
Khowarij   : “Lebih utama mana ilmu dengan harta?”.
Ali ra         : “Ilmu lebih utama dari pada harta, sebab lamanya pengangguran dalam melewatkan                              waktu, harta dapat rusak dan habis, sedangkan ilmu tidak akan rusak dan tidak akan                              habis”.

Kesembilan
Khowarij   : “Lebih utama mana ilmu dengan harta?”.
Ali ra         : “Ilmu lebih utama dari pada harta, sebab  harta dapat menjadikan padatnya perasaan,                              sedangkan ilmu dapat menerangi hati”.

Kesepuluh
Khowarij   : “Lebih utama mana ilmu dengan harta?”
Ali ra         : “Ilmu lebih utama dari pada harta, sebab  orang yang memiliki harta, maka dengan harta                        ia sering mengaku sifat ketuhanan, sedangkan orang yang berilmu  dapat merealisir                              ibadah”.


             Setelah kesepuluh orang  khowarij itu selesai bertanya, lalu Ali ra. Berkata : “Andaikata mereka bertanya kepadaku dari satu masalah itu, tetap saya jawab dengan jawaban yang berbeda  selama saya masih hidup”.  Dan akhirnya mereka (kaum khowarij) menghadap kepada Ali ra. Mereka menyerah dan sangat mengakui kecerdikan dan kecerdasan Sayidina Ali Karomallohu wajhah .





Jumat, 11 Januari 2019

Kumpulan Puisi, Persembahan Untuk Ibu I Kerinduan Seorang Santri




Ibu adalah sosok manusia yang paling berjasa untuk kita semua,sosok ibu layaknya sosok malaikat yang selalu memberikan kasih sayang dan cinta yang tulus terhadap keluarga ,terutama anak anaknya.

Dalam kesempatan ini kami akan memberikan sedikit hasil karya cipta yang dikreasikan oleh para santri yang dituangkan untuk mencurahkan kerinduannya kepada seorang ibu ,berupa beberapa untaian puisi  yang dipersembahkan  untuk sang ibu tercinta,semoga bisa bermanfaat.




MALAIKAT  TANPA  SAYAP

By : Meisy Triana Dewi


Tunjukanlah… tunjukanlah kepadaku…
Dimana letak perhatian yang lebih besar
Selain perhatian dari seorang ibu…
Dimana adanya sumber kasih sayang yang lebih tulus
Selain kasih sayang dari seorang ibu..
Dimana ada pengorbanan yang lebih pedih
Selain pengorbanan seorang ibu

IBU..

Harus dengan apa aku membalas semua jasa jasamu..
Bila harus membopongmu kemana mana aku siap ibuu..
Sekalipun harus menyuapimu.. melayani setiap hari..
Sekalipun harus ku berkorban jiwa ragaku..
Aku sanggup ibu..
Aku sanggup

TUHAN…

Andai aku tau kapan senyum terakhirnya…
Akan ku buat itu sebagai senyuman terindah sepanjang hidupnya...andai aku tahu kapan air mata terakhirnya dijatuhkan..
Akan kujadikan itu sebagai air mata bukti kebahagiaan





JASA SEORANG IBU

By : Dewi Lestari



Ibu …………

Kau merintihkan tangis di saat melahirkan ku
Kau kuat merasakan sakit demi kehadiranku di dunia ini
Pengorbananmu begitu besar
Namun entah bagaimana membalasnya
Kau rela memberikan waktu dan semua yang kau miliki

Namun ……………

Seringku menyakiti dan melukai hatimu
Sering aku bantah dirimu
Tapi sabar dan tabah selalu menyertai hatimu,ma’afkan diriku ibu …….
Rasa rindu di hatiku begitu dalam karena jauh darimu …..

Jasamu ……

Sungguh semua jasamu begitu mulia
Ku sangat mencintaimu ibu ……
Dan begitu malunya diriku ….yang tak bisa membalas semua kasih sayang dan jasa –jasamu 

penerang …..

Kaulah pelita hidupku yang gelap,kau juga yang menghilangkan rasa gelisahku
Kau jadikan rasa gelisahku menjadi rasa yang tentram
Kau buat rasa sedihku jadi bahagia
Di kala kau sakit kau berkata baik,di kala ku sedih kau katakan bahagia
Dan di sa’at kau lelah kau berkata semangat,kau katakana itu semua hanya karna diriku

Do’aku …..

Dalam pengabdianku padamu ….
Ku sertakan do’a untukmu …..
Semoga kau di sana tetap dalam lindugan alloh ….
Dan semoga ku tetap besamamu di dunia hingga di surga nanti








IBU

By : Siti fahrotul amanah




Di setiap baris dan ba’it
Ku tuliskan kata yang mewakili asa untuk yang tercinta
Yang namanya selalu ada dalam dada

Dialah ibu ….

Sosok yang paling berjasa dalam hidupku
Yng tak pernah lelah
Untuk memperjuangkan kebahagiaanku
Kau tak pernah lelah
Menasehatiku karena kenakalan dan tingkah laku ku
Setiap sa’at aku selalu mengingatmu dan merindukanmu

Ibu ……

Aku rindu masa – masa sa’at kita bersama
Meskipun sa’at ini engkau jauh dariku
Do’aku tercatat selamanya
Di langit untukmu






IBU PAHLAWAN HIDUPKU

By : Athiyatul mukaromah





Oh ….ibu …..

Ibu engkaulah wanita pelita hatiku
Engkau yang telah melahirkan dan membesarkanku
Engkau yang telah mengasuhku dengan sabar

Ibu …….

Betapa sabarnya engkau merawatku
Betapa besar pengorbananmu di sa’at melahirkanku
Sesakit apapun dirimu , tetap kau tahankan demi anakmu
Tanpamu entah bagaimana hidupku
Karena engkau yang telah merawat dan membesarkanku
Jasa – jasamu begitu besar tapi aku tak mampu membalasmu
Ma’afkan aku ibu
Ma’afkan aku yang belum bisa membahagiakanmu
Terima kasih ibu
Engkau telah merawatku





PEREMPUAN TERHEBAT

BY : Dewi Fatimah



Oh …. Ibu

Sungguh besar jasamu
Sungguh besar pengorbananmu
Betapa aku menyayangimu ibu
Ibu kaulah pahlawanku
Kau selalu menghiasi hari – hariku
Entah apa yang bisa ku lakukan tanpamu
Kau rela membagi jiwa ragamu untuk anakmu
Bahkan kau rela mempertaruhkan nyawamu
Demi mengeluarkanku dari rahimmu
Kau membesarkanku dengan kasih sayang

Ibu …..

Aku ingin selalu bersamamu
Aku tak ingin kehilanganmu
Terima kasih ibu atas apa yang telah kau berikan
Kau yang telah menjagaku selama ini
Terkadang aku sering membangkang
Tidak menuruti nasehatmu ibu

Ibu …..

Ma’afkan anakmu
Ma’afkan aku yang belum bisa membahagiakan serta membalas jasa – jasamu
Hanya do’a yang bisa aku berikan
Semoga aku bisa membahagiakanmu
Sebelum aku atau ibu tiada